FaktualNews.co

Warga di Jember Salat Gaib untuk Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Peristiwa     Dibaca : 568 kali Penulis:
Warga di Jember Salat Gaib untuk Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Faktualnews/Hatta
Salat gaib warga di Jember sebagai bentuk empati bagi korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182

JEMBER, FaktualNews.co-Puluhan jemaah Masjid Roudhotul Muchlisin Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, menggelar Salat Gaib untuk para korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ182, Senin (11/1/2021).

Kegiatan itu sebagai bentuk empati dan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah kecelakaan pesawat jurusan Jakarta – Pontianak, Sabtu (9/1/2021) kemarin.

“Kegiatan salat gaib ini kami lakukan, setelah pelaksanaan Salat Dzuhur, sebagai bentuk keprihatinan dan ikut mendoakan para korban pesawat jatuh Sriwijaya Air itu,” kata Imam Masjid Kh. Musodik Fikri Farouq usai pelaksanaan Salat Gaib.

Dengan adanya musibah itu, kata Kiai Fikri (panggilan akrabnya), agar juga para keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT.

Sekaligus juga sebagai pengingat, kematian kapan pun bisa terjadi. Tanpa melihat siapa dan bagaimana kematian itu akan terjadi.

“Hukum salat ini Sunnah Fardu Kifayah, dan adanya kejadian pesawat (jatuh) ini, mengingatkan kita bahwa kematian itu tidak terkait akan apapun,” katanya.

Artinya menjadi sebuah pelajaran bahwasannya kematian itu tinggal menunggu waktu. Terlebih lagi, katanya, yang kemudian dikaitkan dengan Pandemi Covid-19.

“Kita tahu saat ini masa Pandemi Covid-19. Bahwasannya para penumpang itu pun hasil swabnya negatif sehingga bisa melakukan perjalanan, tapi kemudian jika Allah berkehendak lain. Saat terbebas Corona pun, jika Allah mengkhendaki maka kita akan kembali kepada Nya,” ungkap Kiai Fikri.

Sehingga dengan dilaksanakannya kegiatan Salat Gaib ini sebagai pengingat bersama, bahwa kematian kapanpun bisa terjadi.

“Tidak melihat apa penyebab kematiannya, tapi kita pun tidak bisa terlepas dari Malaikat Izrail. Saat waktunya diambil (meninggal), kita pun harus siap. Juga amal ibadah kita yang nantinya akan menjadi bekal,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah