FaktualNews.co

Demo Banjir Bengawan Jero Lamongan Diwarnai Adu Pukul Antar-Pengunjuk Rasa

Peristiwa     Dibaca : 116 kali Penulis:
Demo Banjir Bengawan Jero Lamongan Diwarnai Adu Pukul Antar-Pengunjuk Rasa
FaktualNews.co/faisol
Aksi warga desa di Kecamatan Turi terkait banjir luapan air Bengawan Jero Lamongan.

LAMONGAN, FaktualNews.co-Demo warga desa yang terdampak banjir akibat luapan air sungai Bengawan Jero anak sungai Bengawan Solo di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, diwarnai kericuhan, Kamis (14/1/2021).

Terjadi saling pukul antar-perwakilan 5 desa yakni, Kemlagi Lor, Kemlagi Gede, Putat Kumpul, Kepundi Bener, dan Pomahan Janggan lantaran satu dari lima kades yang hadir diprotes warga peserta aksi dari desa lain.

“Saat audiensi, salah satu peserta aksi memprotes Kades Kemlagigede yang ikut menyampaikan aspirasi, karena dianggap tidak punya kewenangan menjawab pertanyaan,” kata Yusuf, warga Turi saat berada di lokasi demo, Kamis (14/1/2020).

Protes warga peserta aksi desa lain ke Kepala Desa Kemlagigede, membuat warganya yang juga ikut berdemo tidak terima. “Peserta aksi yang berasal dari Desa Kemlagigede tidak terima, lantaran kadesnya dibentak merespon dengan saling umpat,” jelas Yusuf.

Sehingga, lanjut Yusuf, bentrok sesama pendemo tidak bisa dihindarkan. “Beruntung aparat kepolisian yang berjaga serta pendemo lain bisa melerai, meskipun sempat terjadi aksi saling jotos antar pendemo.” Ungkapnya.

Nur Sali, peserta aksi dari desa Kemlagi Gede mengatakan, aksi Urun Rembug Banjir Kecamatan Turi, banjir ini adalah permasalahan klasik yang setiap tahun di alami warga Turi khususnya sekitar bantaran Bengawan Jero.

“Kami meminta normalisasi bengawan yang jarang sekali di laksanakan pemerintah daerah dan tidak ada Pembersihan enceng gondok yang tumbuh subur setiap musim hujan.” Kata Nur Sali.

Untuk jalan darat, lanjut Nur Sali, supaya bisa dilalui, karena saat ini jalan tergenang air dan membuat kendaraan motor menjadi mogok.

“Hingga saat ini belum juga adanya rencana peninggian jalan poros Kecamatan maupun poros desa,” imbuh warga terdampak banjir.

Selain itu, juga mengoptimalkan pompa pembuangan air dan pembuatan pos pantau pengendalian Bengawan Jero, agar selalu siaga antisipasi banjir secara dini.

“Warga berharap kepada Pemda Lamongan agar adanya pengontrolan pompa pembuangan air secara rutin dan bagi masyarakat desa korban banjir bengawan Jero sudah menjadi raport merah bagi pemerintahan Lamongan,” pungkas Nur Sali.

Usai menyampaikan warga menyampaikan aspirasi, pejabat Kecamatan Turi menjanjikan akan memenuhi tuntutan peserta aksi. Pendemo pun akhirnya membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing yang saat ini terendam banjir.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...