FaktualNews.co

Ratusan Orang Anggota PSHT Penuhi Jalan Dawarblandong Mojokerto, Ini Tujuannya

Peristiwa     Dibaca : 458 kali Penulis:
Ratusan Orang Anggota PSHT Penuhi Jalan Dawarblandong Mojokerto, Ini Tujuannya
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi berkordinasi dengan pihak PSHT di Polsek Dawarblandong, Kamis (21/01/2021).

MOJOKERTO, FaktualNews.co-Ratusan orang diduga anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Tarate (PSHT) memenuhi jalan di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (21/01/2021) malam.

Mereka datang dengan iring-iringan motor untuk mencari pelaku penganiayaan atas salah satu anggotanya di kecamatan tersebut.

Namun, saat mereka berkumpul memenuhi simpang empat Jalan Mayjen Sungkono kecamatan setempat, anggota Polsek Dawarblandong membubarkan mereka.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, kelompok orang itu datang dari wilayah Kabupaten Lamongan.

“Iring-iringan pemuda berangkat dari Lamongan, tujuannya partisipasi kepada seorang rekannya yang menjadi korban penganiayaan sekitar 2 hari lalu. Korban tersebut sudah membuat laporan polisi,” kata Deddy, Kamis (21/1/2021).

Menurutnya, Unit Reskrim Polsek Dawarblandong sudah mengumpulkan bukti-bukti untuk dilakukan proses terhadap kasus tersebut.

“Namun, ada misinformasi oleh kawan yang dari Lamongan dan mencari ke Dawarblandong ini yang berbatasan langsung,” tambah mantan Kapolres Sumenep ini.

Deddy menjelaskan, kelompok pemuda itu datang sekitar pukul 20.00 WIB dan pukul 21.30 Wib kembali ke Lamongan.

“Nanti kita akan komunikasi dengan pengurus kelompok tersebut untuk kita bisa menyikapi proses ini, yang jelas kasus ini kami Polsek Dawarblandong dan Polres Mojokerto Kota melakukan penindakan untuk calon tersangka,” tukasnya.

Menurut Deddy, salah satu anggota perguruan silat itu menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka di bagian pelipis.

“Tempat kejadian penganiayaan di Temuireng. Itu ya salah orang, orang ini bukan orang yang akan dipukul tapi kena pukul, pelaku ini dikenali korban. Kedua pihak ini tidak saling kenal,” tandasnya.

Menurut warga sekitar, Hari, anggota PSHT datang dengan membawa massa ratusan dan berbaju serba hitam. “Lebih kalau seratus orang, ramai pokoknya,” ujarnya.

Ia tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi. Namun ia mendengar memang ada anggota PSHT yang mempunyai masalah dengan warga sekitar.

“Dengar-dengar sih ada masalah dengan orang sini beberapa waktu lalu, tapi tidak tahu pasti bagaimana,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...