FaktualNews.co

Komunitas Waria Bagi-Bagi Masker BPBD Jatim ke Warga Surabaya

Peristiwa     Dibaca : 158 kali Penulis:
Komunitas Waria Bagi-Bagi Masker BPBD Jatim ke Warga Surabaya
FaktualNews.co/Istimewa
Para ibu-ibu di Surabaya menerima bantuan masker BPBD Jatim dari Perwakos, Sabtu (23/1/2021).

SURABAYA, FaktualNews.co – Komunitas transgender (waria) di Kota Surabaya membagikan ratusan masker bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kepada masyarakat.

Aksi sosial itu dilakukan sebagai wujud peran serta komunitas sebagai unsur pentahelix dalam pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwakos) Sonya Vanessa mengungkapkan, aksi yang dilakukan komunitasnya ini sebagai upaya untuk membangun kesadaran bersama akan pencegahan penyebaran Covid-19.

Waria yang akrab dipanggil Mami Sonya ini mengatakan, penyebaran Covid-19 kini tidak bisa dipandang remeh. Sebab, penyebarannya sudah menjalar ke semua lini masyarakat.

“Penularan Covid-19 itu tidak pandang bulu. Jadi, kita ajak semua warga untuk bareng-bareng mencegah penularannya, melalui penggunaan masker” ujar Mami Sonya seperti dalam keterangan pers yang diterima media ini, Minggu (24/1/2021).

Nantinya, bantuan masker itu lebih dulu dibagikan kepada seluruh anggota Perwakos yang tersebar di sejumlah tempat. Seperti Pacar Kembang, Simo Jawar, Sememi dan Kandangan.

Setelah itu, mereka akan membagikan masker kepada masyarakat umum. Mulai dari pengguna jalan, ibu-ibu kampung hingga Ketua RT dan Ketua RW.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto menambahkan, upaya pihaknya menggandeng komunitas waria ini sebagai wujud optimalisasi peran pentahelix dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebab, dalam penanganan bencana, termasuk pandemi Covid-19 ini, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada keterlibatan berbagai unsur masyarakat, salah satunya komunitas transgender ini.

“Ingat, penanggulangan bencana itu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Tapi dibutuhkan keterlibatan unsur pentahelix, salah satunya, berbagai komunitas yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Selain komunitas Perwakos, pihaknya juga menggandeng sejumlah komunitas lain, di antaranya relawan dari berbagai Ormas dan komunitas difabel, seperti, penyandang tuna rungu (Gerkatin), tuna daksa (PPDI) dan tuna netra.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...