Peristiwa

Disuntik Vaksin Covid-19 Perdana, Dandim Mojokerto : Tidak Terasa Sama Sekali

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Komandan Kodim (Dandim) 0815, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto menjadi orang pertama di Kota Mojokerto yang disuntik vaksin Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Wahidin Sudiro Husodo, Kamis (28/01/2021) siang.

“Kesan saya pada saat di vaksin tidak sepeti yang dibayangkan. Tidak ada rasanya dan tidak sakit sama sekali. Saya mau ajak rekan-rekan vaksinasi ini baik itu kesehatan kita, masa depan, dan keluarga kita,” katanya usai disuntik vaksin.

Sebelum disuntik vaksin, ia terlebih dahulu harus melalui tahapan 2 meja. Yakni meja regristasi dan pengecekan kesehatan berupa tensi melalui Thermo Gun.

“Kebetulan kami sudah melaksanakan screnning atau tes kesehatan, meliputi pemeriksaan jantung, darah, maupun pemriksaan tensi pada saat itu,” terang Dwi.

Setelah dilaksanakan vaksin, ia mendapat kartu bukti pelaksanaan vaksin dan nantinya akan dilaksanakan vaksinasi yang kedua kalinya pada tanggal 11 Februari 2021.

“Kebetulan untuk jajaran Forkopimdan Kota Mojokerto hanya saya sendiri yang mengikuti vaksin. Hal itu karena Kapolres, Ibu Walikota, dan bapak Kejari sebagai penyitas. Kemudian bapak Sekda dan bapak kepala pengadilan ada kendala terkaitan kesehatan,” jelasnya.

Sementara, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan, hari ini dilakukan vaksinasi serentak di Kota Mojokerto, dilaksanakan di 23 fasilitas kesehatan (Faskes), yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas, klinik, dan praktek dokter pribadi.

“Kuota yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto pada tahap satu, sebanyak 3.354 vaksin,” paparnya.

Namun yang masih dikirim ke Kota Mojokerto masih 1000 vaksin pada hari Senin (25/01/2021) lalu.

“Setelah 1000 vaksin ini di pakai, maka sisanya bisa dturunkan kembali sampai dengan jumlah kuota tahap pertama,” ujarnya.

Ning ita sapaan akrabnya, proses vaksinasi ini akan diselasaikan dalam waktu 7 hari kerja efektif.

“Kuota sebanyak 3.354 dikhususkan bagi tenaga kesehatan dan jajaran forkopimda atau yang mewakili, pemuda, influencer, dan tokoh masyarakat,” pungkasnya.