FaktualNews.co

Mengapa Bisa Orgasme Saat Olahraga? Begini Penjelasannya

Gaya Hidup     Dibaca : 248 kali Penulis:
Mengapa Bisa Orgasme Saat Olahraga? Begini Penjelasannya
FaktualNews.co/Istimewa
Ilustrasi orgasme.

SURABAYA, FaktualNews.co – Pembicaraan soal orgasme lazimnya hanya seputar seks dan aktivitas ranjang. Orgasme selalu dikonotasikan dengan persenggamaan, masturbasi dan kegiatan seks lainnya. Tahukah Anda bahwa orgasme juga terkadang erat dengan aktivitas olahraga?

Iya, orgasme bisa terkait erat dengan aktivitas olahraga karena terkadang, pada kasus tertentu, orgasme bisa datang pada seseorang yang sedang berolahraga. Baik pria maupun wanita.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Fenomena orgasme saat berolahraga itu oleh para ahli disebut dengan coregasm. Coregasm adalah orgasme yang dipicu oleh olahraga.

Doktor Andrei Marhol di laman Flo menyebut, fenomena itu terkadang disebut coregasm karena terjadi paling sering saat orang melakukan latihan inti.

“Tapi itu bukan satu-satunya cara orang mencapai orgasme saat berolahraga. Beberapa orang bisa mencapai orgasme olahraga dari bersepeda, lari, berenang, angkat beban, atau bahkan yoga,” jelas dia dalam tulisannya.

Siapa yang bisa mengalami coregasme?

Meskipun basis ilmu pengetahuan tentang fenomena ini belum meyakinkan, tampaknya hampir semua orang dapat memiliki coregasm, dan ini tidak hanya terjadi pada wanita.

Salah satu pernyataan pertama tentang orgasme akibat olahraga dibuat oleh seksolog terkenal Alfred Kinsey dan rekan-rekannya pada tahun 1953.

Dalam penelitian mereka, lima persen wanita melaporkan bahwa mereka mengalami orgasme saat berolahraga. Dalam studi yang lebih baru, angka ini jauh lebih tinggi mencapai hingga 23 persen.

“Meskipun dengan jumlah kejadian koregas yang cukup tinggi ini, penelitian tentang subjek tersebut masih minim, dan kami masih belum tahu apa penyebabnya. Tetapi para ilmuwan dan pelatih pribadi memiliki beberapa gagasan,” sebut Andrei Marhol.

Menurutnya, faktor-faktor seperti keselarasan tubuh, anatomi, dan keadaan emosional memengaruhi kemampuan Anda untuk mencapai orgasme saat berolahraga.

Coregasm pada perempuan diduga terjadi akibat rekoil dasar panggul. Di sinilah kontraksi perut dan dasar panggul menyebabkan stimulasi dengan meningkatkan tekanan pada beberapa area di sekitar panggul dan genitalia.

Sementara pada tubuh pria, sama sekali berbeda. Diperkirakan coregasme pada pria sebenarnya disebabkan oleh tekanan otot internal yang merangsang prostat.

“Tentu saja, olahraga dapat menciptakan dorongan fisiologis dan mental yang mengarah pada orgasme. Dalam istilah yang lebih sederhana, terkadang olahraga membuat pikiran Anda seksi,” terang dia.

Seperti apa rasanya coregasme?

Dalam ulasannya Andrei Marhol menyatakan, orgasme selama olahraga cenderung terasa berbeda satu orang dengan orang lainnya, meskipun tetap ada beberapa kesamaan.

“Kebanyakan wanita mengklaim bahwa coregasm terasa berbeda dari orgasme saat berhubungan seks atau orgasme yang dipicu oleh masturbasi,” tulis dia.

Corgasme pada wanita disebut-sebut terjadi jauh lebih dalam di tubuh dan terasa lebih berotot dan memiliki sensasi semacam sedikit kesemutan dan membangun orgasme klitoris.

“Banyak orang juga mengklaim bahwa mereka sebenarnya memiliki kendali lebih besar atas orgasme yang dipicu oleh olahraga. Meskipun bisa datang dengan cepat, mereka biasanya bisa menghentikannya sebelum benar-benar terjadi,” katanya.

Bagaimana mencapai orgasme sambil berolahraga

Agar seseorang mencapai orgasme, dibutuhkan banyak aliran darah melalui panggul dan daerah genital. Jadi, perlu melakukan beberapa kardio untuk meningkatkan detak jantung agar membantu peluang mendapat coregasme.

“Hal ini terutama berlaku untuk wanita, karena peningkatan aliran darah melibatkan sistem saraf simpatis wanita dan meningkatkan respons gairah terhadap rangsangan seksual,” terang Andrei Marhol.

Selain itu, olahraga melepaskan serotonin dan endorfin, dua zat kimia saraf yang terkait dengan gairah.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
Flo Health
Tags

YUK BACA

Loading...