FaktualNews.co

Balita yang Hanyut di Blitar Ternyata Tamu dari Gresik

Peristiwa     Dibaca : 367 kali Penulis:
Balita yang Hanyut di Blitar Ternyata Tamu dari Gresik
FaktualNews.co/Istimewa
Tim pencarian korban saat menurunkan perahu karet di sungai Lekso, Kamis (4/2/1/2021).

BLITAR, FaktualNews.co – Balita yang diberitakan hilang setelah hanyut di selokan di Desa Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar pada Rabu (3/2/2021) sore ternyata warga Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Korban yang sebelumnya disebut bernama Ahmad Rifa’i Muhadi Balita (3), warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, sesuai dengan data terbaru yang diperoleh dari kepolisian ternyata bernama Muhammad Muharrom Musaidi Al Saif (3) anak dari pasangan Kasturi dan Enik Kholifatru Rohman, warga Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Kasturi bersama istri dan kedua anaknya hari itu sengaja berkunjung ke rumah temannya Dwi yang ada di Dusun/Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Sejak dikabarkan hilang pada sekitar pukul 16.00 WIB keluarga, warga dan petugas bersama-sama mencari keberadaan korban. Oleh petugas pencarian kemudian dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB karena kondisi cuaca yang buruk.

“Demi keselamatan bersama karena minimnya penerangan serta cuaca buruk, malam itu kita imbau pencarian dihentikan sementara,” terang Kapolsek Gandusari, AKP Tri Wahyudi, Rabu (3/2/2021) malam.

Sebelum dinyatakan hilang, Muhammad Muharrom Musaidi Al Saif (3) diketahui bermain bersama kakaknya Muhammad Agung Maulana (10) di halaman depan rumah, sementara kedua orang tuanya berada di dalam rumah.

Saat itu kakak korban menyudahi permainannya dan masuk ke rumah minta dimandikan. Selang dua menit seusai mandi, kakak korban keluar rumah untuk melihat adiknya. Ternyata adiknya tidak ada di tempat semula keduanya bermain.

Diduga korban hilang terseret arus selokan di depan rumah yang memiliki kedalaman 70 hingga satu meter. Selokan itu merupakan saluran irigasi yang menyambung ke sungai Parang yang kemudian menyambung ke sungai Lekso yang mengarah ke Kecamatan Wlingi.

Hilangnya korban pun kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke petugas.

“Korban awalnya bersama orang tuanya berkunjung di desa semen. Sejak dikabarkan hilang balita tersebut belum ditemukan,” kata Kasubag Humas Polres Blitar AKP Imam Subechi, Kamis (4/2/2021).

Terkait upaya pencarian korban, Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ahmad Kholik mengatakan, hingga saat ini proses pencarian masih terus berlanjut. Pencarian saat ini diperluas hingga 5 kilometer.

“Petugas gabungan saat ini memperluas pencarian mengunakan dua prau karet. Saat ini pencarian di kali Lekso yang mengarah ke Wlingi,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...