FaktualNews.co

Masjid di Jember Digembok Petugas Keamanan, Warga Tak Bisa Salat

Peristiwa     Dibaca : 357 kali Penulis:
Masjid di Jember Digembok Petugas Keamanan, Warga Tak Bisa Salat
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur (Masjid Condro) yang digembok petugas.

JEMBER, FaktualNews.co – Pintu pagar masuk Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur di Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates digembok petugas keamanan Masjid Rhoudatul Muchlisin Barat, Jumat (5/2/2021).

Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur yang akrab oleh warga sekitar disebut Masjid Condro itu. Tidak hanya digembok pagar pintu masuknya petugas keamanan juga memasang dua banner berukuran 2 x 1 meter dan 1,5 x 1 meter yang bertuliskan larangan tentang pelaksanaan salat Jumat, dan para jamaah masjid dihimbau untuk melaksanakan salat Jumat ke Masjid Rhoudatul Muchlisin Barat yang memang lokasinya lebih luas dan besar.

Dalam tulisan banner tersebut, untuk penutupan masjid hanya dilakukaan saat salat Jumat. Masih diperkenankan untuk kegiatan salat 5 waktu lainnya.

Namun demikian, terkait aksi penutupan pintu pagar bahkan hingga digembok. Membuat warga sontak ricuh dan kecewa. Pasalnya warga merasa tindakan itu tidak benar.

Karena lokasi Masjid Condro itu banyak digunakan warga yang sudah berumur untuk beribadah salat berjamaah. Dengan pertimbangan jarak ke masjid lebih dekat.

“Tadi warga kami kaget, saat akan Salat Jumat. Tahu-tahu sudah digembok (pagar pintu masuknya). Kita pun bertanya kepada petugas keamanan yang katanya dari Masjid Rhoudatul Muchlisin Barat. Hanya dijawab salatnya di barat aja. Lah maksudnya apa? Kan kasihan jemaah yang mau salat ini,” kata Bilal dan Muadzin Masjid Rhoudatul Mukhlisin Timur (Masjid Condro) Eka Supriadi, Jumat (5/1/2021).

Eka mengaku kecewa dengan adanya penutupan masjid tersebut. Bahkan banyak jamaah masjid kecewa dan memutuskan tidak melaksanakan salat Jumat.

“Kami mau beribadah salat, lah kalau ditutup ini bagaimana,” katanya.

Diketahui Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur atau akrab dipanggil Masjid Condro itu adalah masjid yang sudah ada lama berdiri di wilayah setempat. Bahkan masjid itu sudah ada sejak tahun 1980-an.

“Berdiri di tanah wakaf yang atas nama di sertifikatnya itu, Ahmad Syafii. Kemudian pada tahun 1990 an mengalami renovasi seperti sekarang dan digunakan ibadah salat itu,” katanya.

Untuk Masjid Rhodatul Muchlisin Barat, lanjutnya, juga dari tanah wakaf.

“Dari Tuan Abu Bakar dan dibangun kapan, maaf saya lupa. Kemudian mengalami renovasi jadi besar dan bagus itu sekitar tahun 2015 kalau tidak salah. Siapa yang renovasi saya tidak tahu pasti. Tapi kemudian ada Yayasan Rhoudatul Muchlisin itu,” ulasnya.

Terkait penggembokan yang dilakukan pada masjid, kata Eka, dilakukan petugas kemanan Masjid Rhodatul Muchlisin Barat.

“Yang pengurusnya Yayasan Rhoudatul Muchlisin itu,” ucap pria yang juga warga Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates itu.

Senada dengan yang disampaikan oleh Bilal Masjid. Salah seorang jemaah masjid, H. Abdul Hadi juga mengungkapkan kekecewaannya.

“Saya datang mau jumatan (Salat). Kaget saat sampai masjid sudah tergembok pagarnya. Saya salat disini kalau 5 waktu, bahkan juga Jumatan itu,” kata Hadi.

Alasan pria yang berumur kurang lebih 50 tahunan itu Salat di Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur.

“Karena jaraknya dekat dengan rumah saya yang lokasinya di belakang masjid sini. Saya mau berjalan jauh ke barat jaraknya kira-kira 500 meteran,” ucapnya.

Namun demikian, kata Hadi, pihaknya berharap ada kebijakan dari Yayasan Rhoudatul Muchlisin.

“Saya berharap dibuka gembok ini. Tapi kalau tidak, terpaksa saya ke masjid barat,” katanya.

Pantauan di lokasi Masjid Condro petugas keamanan tampak berjaga. Bahkan Sejumlah anggota dari Polsek Kaliwates tampak datang memberikan pendampingan agar tidak terjadi kericuhan.

Tapi, karena belum ada solusi. Selanjutnya perwakilan warga bersama pihak Yayasan diajak ke kediaman KH. Balya Firjaun Barlaman untuk melakukan diskusi terkait adanya tindakan penggembokan tersebut.

Sampai berita ini ditulis, pihak keamanan ataupun dari Yayasan Rhoudatul Muchlisin belum mau dikonfirmasi.

“Nanti ya masih bertugas,” jawab koordinator petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya itu.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul