FaktualNews.co

Mobil Kijang Pengangkut BBM di Lumajang Terseret Lahar Dingin Semeru

Peristiwa     Dibaca : 128 kali Penulis:
Mobil Kijang Pengangkut BBM di Lumajang Terseret Lahar Dingin Semeru
FaktualNews.co/efendi murdiono
Lahar dingin Semeru saat menerjang mobil Kijang pembawa BBM

LUMAJANG, FaktualNews.co-Hujan di seputar puncak Gunung Semeru menyebabkan peningkatan debit air sungai atau lembah, yang salah satunya mengalir ke Curah Koboan, kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Bahkan akibat ini, telah menjadikan satu unit mobil Toyota Kijang pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terseret lahar dingin yang terdiri dari air disertai pasir dan bebatuan, Senin (8/2/2021).

Disampaikan Bidang Pendidikan dan Latihan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lumajang, Sugiono, mobil nahas milik H. Asmad melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan solar empat alat berat berupa backhoe dari PT Pindad Malang yang melakukan penyodetan. Namun sopir kendaraan nahas bisa menyelamatkan diri.

“Sopir mobil abah Asmad masih bisa menyelamatkan diri sebelum kendaraan yang membawa solar terseret derasnya arus yang datang disertai pasir dan bebatuan,” kata Sugiono.

Kondisi sehari ini disampaikan Sugiono kurang bersahabat. Hasil pengamatan visual gunung berketinggian 3676 Mpdl diselimuti kabut sehingga tidak terlihat aktivitas yang terjadi di puncak, tugas yang diemban sejak tadi pagi memantau terjadinya getaran peningkatan debit air di Curah Koboan.

“Saya pantau getaran debit air di Curah Koboan karena melihat kondisi diatas seputar puncak tidak terlihat, selain mewaspadai adanya warga yang nekat beraktivitas di zona merah Semeru,” tutur Sugiono.

Hasil pengamatan Kementerian Energi dan Sumbner Daya Mineral (ESDM) Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi ( PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur yang disampaikan oleh Mukdas Sofian kepada Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Lumajang  mulai pukul 00:00 WIB sampai pukul 06:00 WIB tercatat terjadi 85 kali letusan dengan kondisi pengamatan visual gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Menurutnya mewaspadai adanya kemungkinan terjadinya material vulkanik baik dari kawah Jungring Saloko atau material yang sudah membeku berada disekitar puncak turun ke beberapa aliran atau lembah yang  masuk kawasan kriteria bahaya terdampak Semeru.

Informasi intens dilakukan agar pemerintah melakukan langkah antisipasi adanya kemungkinan bahaya terjadi, Pemkab Lumajang melalui TRC yang diterjunkan untuk memantau mensosialisasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di daerah yang masih belum aman.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...