FaktualNews.co

Penutupan Jalan KH Hasan Genggong Kota Probolinggo Ditangguhkan, Ini Penyebabnya

Peristiwa     Dibaca : 302 kali Penulis:
Penutupan Jalan KH Hasan Genggong Kota Probolinggo Ditangguhkan, Ini Penyebabnya
FaktualNews.co/agus
Situasi jembatan Kedungasem

PROBOLINGGO, FaktualNews.co-Rencana Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) menutup Jalan KH Hasan Genggong, Kota Probolinggo, batal. Alasannya, Jalan Anggrek yang akan digunakan sebagai jalur alternatif tidak bisa dilewati, karena jembatannya rusak dan berlubang.

Belum diketahui, kapan jalur yang rencananya ditutup hari ini, Senin 8 Februari 2021, ditutup total. Informasi yang didapat, menunggu perbaikan jembatan, di Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan tersebut  selesai.

Iptu I Nyoman Harajasa, Kanit Laka Polres Probolinggo, yang juga sebagai tim pengalihan arus kendaraan pada proyek perbaikan jembatan Kedungasem, saat dihubungi membenarkan. Dikatakan, penutupan jalan jurusan Probolinggo-Lumajang tersebut tidak bisa dilaksanakan, sesuai rencana dan kesepakatan.

Mengingat, jembatan di jalan Anggrek, rusak dan bolong, sehingga rawan jika dilalui kendaraan besar dan bertonase berat. Saat ditanya kapan akan ditutup jalan KH Hasan Genggong ? Nyoman menjawab, menunggu perbaikan jembatan jalan Anggrek. “Informasinya menunggu selesai perbaikan. Kapan pastinya, BBJN yang tahu,” katanya singkat.

Agus Heri Istanto, General Superintenden PT Fefa Indonesia selaku kontraktor proyek pembangunan perbaikan jembatan Kedungasem. Disebutkan, rencana penutupan jalan, batal dilaksanakan. Karena jembatan di Jalan Anggrek rusak. “Katanya menunggu selesai perbaikan. Lebih jelasnya sampaian tanya ke BBJN,” sarannya.

Akibat pelaksanaan penutupan jalur jurusan Probpolinggo-Lumajang tidak bisa dilaksanakan sesuai kesepakatan Agus mengatakan, pekerjaan pembongkaran jembatan Kedungasem, tidak bisa dilaksanakan. “Akhirnya molor lagi. Belum, kami belum minta perpanjangan kontrak,” katanya di kantor proyeknya, selatan jembatan yang akan diperbaiki.

Belum ada keterangan resmi dari pejabat yang berwenang soal pembatalan penutupan. Saat dihubungi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  BBJN) VII Jawa-Bali Ida Bagus Putu Jeladi, telepon selulernya tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya, Jalan KH Hasan Genggong akan ditutup total, karena proyek perbaikan jembatan Kedungasem yang retak akibat menua, segera diperbaiki. Seluruh kendaraan akan dialihkan ke jalur alternatif.

Kala itu, Iptu I Nyoman Harajasa. Kanit Laka Polres Kabupaten Probolinggo mengatakan, tiga jalan yang akan digunakan sebagai jalur alternative. Sesuai pertemuan antara Satlantas Polres Probolinggo Kota, Dishub Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Dikatakan, untuk kendaraan kecil yang datang dari wilayah timur (Bali, Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso) yang lewat jalur pantura hendak ke Lumajang dan Jember, akan dialihkan lewat jalan tembus Sinto-Tegalsiwalan.

“Pertelon Desa Tamansari ke selatan tembus pertigaan Desa Banjar sawah. Kalau kendaraan besar dan berat, lewat JLU kota, tembus pertigaan Pilang atau Ketapang, terus ke selatan lewat jalan Professor Hamka,” jelasnya.

Sementara untuk kendaraan yang datang dari arah selatan (Jember dan Lumajang yang hendak ke Surabaya atau Malang, jalur alternatifnya, pertigaan Desa Jorongan ke barat . Sedang kendaraan dari arah barat Surabaya atau Malang yang hendak ke Banyuwangi lewat pantura, jalurnya tetap sama. Yakni lewat JLU.

“Kalau yang mau ke Jember atau Lumajang, pertigaan Ketang ke Selatan lalu lewat jalan Profesor Hamka tembus pertigaan Jorongan,” ungkapnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono