FaktualNews.co

Sunali, Perajin Kapal Zaman Modern hingga Kuno di Mojokerto

Ekonomi     Dibaca : 100 kali Penulis:
Sunali, Perajin Kapal Zaman Modern hingga Kuno di Mojokerto
FaktualNews.co/Muhammad Lutfi Hermansyah/
Sunali melakukan proses pengerjaan miniatur kapal pesiar di rumahnya, Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (08/02/2021).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Di salah satu rumah Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terdapat tumpukan kayu dan beberapa peralatan pertukangan.

Saat FaktualNews.co masuk kedalam, terlihat sejumlah miniatur kapal ada di atas meja dan lainya sedang dalam proses pengerjaan.

Rumah itu milik Sunali (42) yang sehari-harinya bekerja sebagai perajin miniatur kapal pesiar, mulai kapal zaman modern hingga zaman kuno.

Sunali tak sendiri, ia dibantu dengan istrinya, Nanik Zulaikha (42) dalam proses pengerjaanya.

Setiap harinya mereka membuat miniatur kapal pesiar dari kayu Mahoni yang didatangkan lansung dari daerah Surabaya. Kayu dibentuk menjadi badan kapal, dihaluskan, dan dipoles dengan menggunkan cat.

Agar miniatur kapal nampak seperti aslinya, diberikan ornamen-ornamen diatasnya. Antara lain, Pagar, layar, dan ornamen lainya.

Ragam kapal yang dibuat Sunali bermacam-macam dengan variasi ukuran, yaitu, Phinisi, KRI Dewa Ruci, Kapal Majapahit, Bima Sakti, dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan untuk ukurannya mulai dari 40 sampai 100 sentimer.

Pria kelaharin Kesamben Jombang ini menuturkan, membandrol harga dari miniatur kapal yang ia buat tergantung ukurannya.

“Paling kecil Rp 40 ribu dan yang paling besar sampai Rp 1 jutaan,” katanya saat berbincang dengan FaktualNews.co, Senin (08/03/2021).

Dikatakannya, pemesan buah tangannya itu dipesan dari berbagai daerah. Bahkan sampai luar jawa.

“Kebanyakan yang pesan kesini langsung. Pemesannya dari Makasar, Bandung, Tanggerang, Jogja, dan Surabaya,” ujar Sunali.

Ia menjelaskan, pengiriman ke berbagai daerah itu ke galeri-galeri yang kebanyakan pembeliny adalah wisatawan lokal maupun manca negara.

“Biasanya geleri-galeri itu banyak dibeli oleh turis untuk oleh-oleh,” tandasnya.

Sebelum Covid-19 omzet penjualannya mencapai Rp. 10 juta perbulan. Namun, saat ini menurun drastis.

“Kalau sekarang sebulan dapat Rp 1 juta sudah bersyukur,” paparnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...