FaktualNews.co

Artidjo Alkostar Akhirnya Dikebumikan di Kampus UII Yogyakarta,  Batal Dibawa Pulang ke Situbondo

Peristiwa     Dibaca : 469 kali Penulis:
Artidjo Alkostar Akhirnya Dikebumikan di Kampus UII Yogyakarta,  Batal Dibawa Pulang ke Situbondo
FaktualNews.co/fatur
Abdurrahman, salah seorang keponakan almarhum Artidjo Alkostar, saat berfoto di rumah almarhun di Dusun Krajan, Desa Kumbangsari.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Jenazah almarhum mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar, akhirnya dipastikan dimakamkan di lingkungan Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, tempat almarhum kuliah dan menjadi dosen. Pemakaman direncanakan besok, Senin (1/3/2021).

Dengan demikian almarhum batal dikebumikan di kampung halamannya, Dusun Krajan, Desa Kumbangsari, Kecamatan Jangkar, Situbondo, sebagaimana rencana awal.

Kepastian perubahan lokasi pemakaman jenazah almarhum yang hingga meninggal menjabat Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, disampaikan Abdurrahman, keponakan almarhum Artidjo Alkostar di Dusun Krajan, Desa Kumbangsari.

Abdurrahman mengatakan, awalnya memang direncanakan pemakaman almarhum Artidjo Alkostar dilakukan di makam keluarga, sesuai pesan almarhum semasa hidupnya. Almarhum minta dimakamkan disamping pusara kedua orang tuanya.

“Namun, karena ada permintaan pihak kampus UII Yogyakarta, pihak keluarga merelakan almarhum di makamkan di lingkungan Kampus UII, tempat almarhum menjadi mahasiswa dan menjadi dosen,” kata Abdurrahman, Minggu (28/2/2021) malam.

Menurutnya, sebelum pihak keluarga menyepakati almarhum dimakamkan di lingkungan Kampus UII, sempat terjadi tarik-ulur terkait tempat pemakaman almarhum mantan Hakim Agung itu, apakah akan dimakamkan di Kalibata Jakarta atau dimakamkan di lingkungan Kampus UII Yogyakarta.

“Namun, karena semasa hidupnya almarhum lama tinggal Yogyakarta, dan jaraknya lebih dekat dari Situbondo, maka keluarga menyepakati alhmarhum dimakamkan di Kampus UII,” bebernya.

Ia menambahkan, sebetulnya pihak keluarga sudah mempersiapkan prosesi pemakaman almarhum di samping pusara kedua orang tuanya. Namun karena permintaan dari Kampus UII Yogyakarta, keluarga merelakan almarhum dimakamkan di Kampus UII.

“Sempat terjadi tarik-ulur antara dimakamkan di Kalibata Jakarta dan Kampus UII. Maka pihak keluarga mengambil jalan tengah, dan menyepakati dimakamkan di UII. Selain jaraknya lebih dekat, almarhum juga lama hidup di Yogyakarta,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono