FaktualNews.co

Menikmati Keasrian Kafe di Tengah Sawah Berlatar Belakang Gunung Penanggunan di Mojokerto

Kuliner     Dibaca : 356 kali Penulis:
Menikmati Keasrian Kafe di Tengah Sawah Berlatar Belakang Gunung Penanggunan di Mojokerto
FaktualNews.co/Istimewa
Pengunjung Gubub Paddi saat menikmati pemandangan sore hari.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Tak mau kalah dengan sejumlah kota wisata, tempat-tempat wisata kuliner juga menggeliat di wilayah Kabupaten Mojokerto. Selain menu kuliner yang lezat, tentu saja sajian unik dan khas menjadi brand setiap spot kuliner.

Di kawasan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, view menarik berupa hamparan sawah dan gunung Penanggungan yang menjulang menjadi daya tarik tersendiri bagi kafe Gubug Paddi di Dusun Bangkal, Desa Candiharjo yang belum lama dibuka.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Saat di Gubug Paddi yang jauh dari perkotaan itu, penikmat wisata kuliner akan dimanjakan dengan hamparan yang menghijau dan udara yang segar. Selain sajian makanan yang lezat, di lokasi itu juga disediakan sejumlah spot untuk berfoto. Tentu saja indahnya latar belakang gunung Penanggunan menjadi andalan.

Pada sore hari, suara katak akan mengentalkan suasan pedesaan. Sementara pada malamnya, pemandangan dan suasan juga tak kalah menawan. Di tempat itu pengunjung akan dimanjakan denga ratusan meter lampu LED yang gemerlap berwarna-warni menghiasi setiap sudut kafe.

Salah satu pengunjung asal Sidoarjo, Fatkhur Rohman, dirinya menilai lokasi tersebut telah memenuhi keinginanya yang selama ini dia pendam. Ia merasa kafe itu memberikan sensasi yang berbeda dibanding dengan kafe lain.

“Disini terasa berbeda dari warung atau kafe lainya. Udaranya cukup sejuk dan semilir anginya membuat betah berlama-lama,” kata Rohman, Minggu (28/02/2021).

Manager Orerasional Gubug Paddi, Sugeng Jayadi mengatakan, menu andalan yang disajikan di kafe yang dia kelola berupa nasi goreng padi, sop iga, capjay dan beberapa minuman tradisonal seperti beras kencur dan sinom.

“Kami disini menyediakan kafe semi restoran dan juga ada tempat room untuk pertemuan dengan kapasitas 20 orang di sebelah ujung selatan,” ungkapnya.

Para pengunjung yang hadir, selain bisa menikmati makanan dan minuman khas tradisional, mereka juga difasilitasi spot foto dengan berlatar belakang hamparan luas sawah dan pemandangan gunung Penanggungan jika cuaca pas mendukung.

“Kita punya beberapa spot foto dengan nuansa alam, jadi pengunjung bisa foto foto sambil menikmati hidangan yang telah dipesan,” papar Sugeng.

Namun demikian, pihak manajemen Gubug Paddi melarang pelangganya untuk melakukan kegiatan makan atau minum di tempat berswafoto.

“Demi menjaga kebersihan, makan atau minum hanya d itempat yang telah dipesan,” terangnya.

Jadi, jelas dia, para pengunjung hanya bisa menikmati lokasi outdoor tanpa atap tersebut hanya sebagai tempat foto saja.

“Kalau mau masuk harus cuci tangan dan cek suhu,” pungkasnya sembari menyebut pihak pengelola sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...