FaktualNews.co

Angka Kasus Stunting di Banyuwangi Naik Selama Pandemi Covid-19

Kesehatan     Dibaca : 183 kali Penulis:
Angka Kasus Stunting di Banyuwangi Naik Selama Pandemi Covid-19
FaktualNews.co/konik
Mujito Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Banyuwangi

BANYUWANGI FaktualNews co-Angka kasus stunting di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, naik selama satu tahun terakhir atau selama masa pandemi Covid-19.

Menurut data Dinas kesehatan pada tahun 2020 angka stunting mencapai 8,2 persen atau 7.909 anak berusia lima tahun ke bawah (baita) yang tersebar di 25 kecamatan se-Banyuwangi.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Angka stunting terjadi kenaikan meski sedikit yakni sebesar 0,1 persen jika dibandingkan dengan angka stunting pada 2019. Yakni sekitar 8,1 persen atau 7.527 anak. Hal itu dipengaruhi dampak pandemi Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono melalui Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Mujito, Selasa (2/3/2021).

Ia melanjutkan hal tersebut dikarenakan di masa pandemi Covid-19 aktivitas sosial serba dibatasi. Sehingga menghambat aktivitas ekonomi warga yang selanjutnya berdampak kepada peningkatan angka stunting.

Meski demikian angka stunting di tahun 2020 masih di bawah angka stunting pada 2018 yang mencapai 9,8 persen.

“Kita terus berupaya menekan angka stunting di Banyuwangi. Meski kondisi pandemi, yang awalnya pemeriksaan kesehatan balita dilakukan melalui Posyandu, petugas kesehatan di wilayah Puskesmas tetap melakukan pelayanan dengan datang langsung ke rumah warga, memeriksa kesehatan balitanya,” ungkap Mujito.

Menurutnya, di tahun 2021 ini ada program penanganan stunting secara nasional. “Jadi ini merupakan momentum untuk lebih menekan angka stunting di Banyuwangi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, tak hanya karena kekurangan gizi, penyakit bawaan serta rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan pada ibu dan anak juga berdampak pada pertumbuhan tubuh dan otak. Ini terjadi selama periode awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Setelah kita lihat beberapa memang penyebabnya karena penyakit bawaan. Selain itu faktor kurangnya pengetahuan orang tua di mana balita sering diberi makanan kurang bergizi, seperti makanan ringan siap saji,” bebernya.

Menurutnya, makanan bergizi untuk anak tidak harus mahal. Cukup dengan mengonsumsi telur dan ikan laut bisa mencegah stunting pada anak.

“Masyarakat harus dibiasakan, hilangkan kebiasaan memberi anak makanan gurih-gurih yang tidak bergizi. Ayo kita jaga anak-anak kita dari stunting dengan makanan bergizi. Karena mereka adalah masa depan bangsa,” tandas Mujito.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...