FaktualNews.co

Bupati Mojokerto Serahkan Bantuan Korban Banjir di Desa Tempuran

Advertorial     Dibaca : 182 kali Penulis:
Bupati Mojokerto Serahkan  Bantuan Korban Banjir di Desa Tempuran
FaktualNews.co/Muhammad Lutfi Hermansyah
Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (03/02/2021).

MOJOKERTO, FaktulNews.co – Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati menyerahkan bantuan logistik untuk korban banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (03/03/2021).

“Tidak ada yang bisa menangani masalah ini sendiri. Semua pihak terkait harus sinergis, kerja cepat, dan cancut taliwondo (kerja dengan segenap kemampuan, tidak berpangku tangan dan kerjasama),” kata Ikfina saat meninjau lokasi banjir tersebut.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Bantuan yang diberikan merupakan perpanjangan masa darurat yang ditetapkan berlaku mulai 1 Januari-31 Maret 2021 untuk Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk Desa Tempuran.

Bantuan terdiri dari air bersih dalam 8 tandon berkapasitas 3.000 liter atau 24.000 liter didistribusikan pada masyarakat tiap Senin, Rabu dan Jumat.

Tak hanya itu, ada juga bantuan pengeboran air oleh Kementerian ESDM, karena sumber air Dusun Bekucuk berasa asin dan keruh. Untuk Desa Tempuran, pengeboran telah dilaksanakan pada 2020 lalu.

Selanjutnya perlu tindaklanjut instalasi perpipaan ke rumah-rumah warga. Warga Desa Tempuran juga mendapat bantuan 604 paket sembako (mie instan, minyak goreng, gula pasir, kopi instan, teh, air minum kemasan), 3.000 kilogram beras dan 15 kardus lauk pauk.

Selain logistik, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memberi bantuan tanggap darurat perbaikan tanggul untuk beberapa desa terdampak. Antara lain 4.000 lembar karung glangsing dan 20 lembar gedek guling (Desa Sambiroto), 1.000 lembar karung glangsing (Desa Jampirogo), 3.000 lembar karung glangsing, 20 lembar gedek guling, beras 100 kg dan 3 dus lauk pauk (Desa Sooko), dan 1.500 lembar karung glangsing di Desa Ngingasrembyong.

Ikfina menyampaikan, agar peningkatan pembangunan di desa bisa dilaksanakan secara cepat demi terlaksananya desa tangguh. Mulai tangguh di bidang sosial, pendidikan anak dan tangguh secara global. Ia juga mendorong kepala desa untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan, pada wilayah masing-masing sesuai potensi.

“Kita rumuskan agar ke depan proses perencanaan pembangunan desa, sudah punya platform yang jelas. Sehingga bisa tahu kapan akan dilaksanakan di tahun 2021, tahun 2022 dan seterusnya. Kita ingin mewujudkan desa tangguh dalam segala hal,” jelas Ikfina.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Muhammad Albarraa menekankan, agar semua dapat dikomunikasikan dengan baik dan ada solusi atas sebuah problem. Menurutnya, bencana banjir tidak hanya berdampak pada lingkungan saja, melainkan juga dapat berdampak pada roda perekonomian masyarakat.

“Bencana banjir ini dampaknya cukup berat. Selain lingkungan, roda ekonomi juga terhambat. Saya ingin kita semua membangun komunikasi dalam mencari solusi terbaik,” tutur pria yang akrab disapa Gus Barra.

Kades Tempuran, Selamet dalam pertemuan bersama ini menyampaikan beberapa faktor lapangan yang dinilai menjadi salah satu pemicu banjir.

Ia mengatakan bahwa sistem penyaringan sampah pada Dam Sipon, ukurannya terlalu kecil sehingga menyebabkan penyumbatan.Maka dari itu, pihaknya ingin agar hal tersebut dapat dijadikan periksa dan tindaklanjut penanganan.

“Mulai dari kesiapan alat penghancur sampah secara otomatis pada sistem penyaringan, sudetan saluran sungai untuk mengalihkan sebagian atau seluruh aliran air banjir, memaksimalkan pompa Dusun Bekucuk dan Desa Tempuran, pipanisasi air bersih, drainase pinggir jalan TPS 3R untuk pemilahan sampah,” tegasnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menjelaskan, bahwa terdapat ada tiga fase dalam penanganan bencana. Yakni pra bencana, masa tanggap bencana dan pasca bencana.

“Kabupaten Mojokerto berada pada fase masa tanggap bencana, karena belum dilakukan simulasi uji bencana, namun banjir sudah datang,” terangnya.

Ditambahkannya, Untuk memaksimalkan jalannya Destana (Desa Tanggap Bencana), lanjut Zaini, telah menyiapkan inovasi Keluarga Tahan Bencana, Tempat Ibadah Tanggap Bencana, dan fasilitas umum berkonsep tanggap bencana.

Penyerahan bantuan oleh rombongan bupati, diakhiri dengan meninjau Dam Sipon dan pertigaan sungai Watudakon.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...