FaktualNews.co

Diet Sarapan Telur Bantu Menurunkan Lemak, Efektifkah?

Kesehatan     Dibaca : 160 kali Penulis:
Diet Sarapan Telur Bantu Menurunkan Lemak, Efektifkah?
FaktualNews.co/Istimewa
Ilustrasi menu sarapan telur orak-arik. (scincetimes.com)

SURABAYA, FaktualNews.co – Diet adalah salah satu faktor terpenting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan penurunan berat badan. Salah satu pendukung diet yang diklaim efektif, adalah asupan telur yang dipercaya bisa berfungsi sebagai pelebur lemak.

Dilansir Science Times, telur, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian, membantu mengurangi lemak. Dengan asupan telur yang tepat seseorang mendapatkan hasil terbaik.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Menurut SheFinds, sebagaimana dilansir Science Times, dengan latihan ini tersebut seseorang dapat memperoleh makanan bergizi dan lezat yang membuat kita merasa kenyang sekaligus memenuhi kebutuhan makronutrien kita dan meningkatkan fungsi tubuh kita.

Lebih penting lagi, sarapan sangat berharga untuk mengatur suasana hari itu dan memberi tahu pilihan makanan yang akan perlu diambil dalam beberapa jam ke depan.

Oleh karena itu, bagi mereka yang sedang menjalani diet penurunan berat badan, telur memang menjadi salah satu makanan yang harus kita makan setiap pagi untuk mewujudkannya.

Telur pelebur lemak

Telur tidak hanya penuh protein dan cukup rendah kalori. Telur juga bagus untuk memicu pembakaran lemak di tubuh sehingga lebih mudah menurunkan berat badan.


Artikel menarik lainnya:


Karena telur dianggap sebagai makanan berprotein tinggi, telur memiliki kemampuan alami untuk meningkatkan metabolisme.

Pada tahun 2018, Medical News Today memposting artikel tentang telur untuk menurunkan berat badan yang menunjukkan bahwa protein meningkatkan tingkat metabolisme seseorang sekitar 15 hingga 30 persen.

Akibatnya, makan telur, serta makanan berprotein tinggi lainnya dapat membantu membakar lebih banyak kalori daripada mengonsumsi karbohidrat atau lemak.

Ketika metabolisme meningkat, tubuh mulai membakar lemak lebih cepat, dan makanan tertentu seperti telur ‘pelebur lemak’ dapat mempercepat proses ini.

Sementara itu, Healthline, situs berita kesehatan informatif lainnya, mengeluarkan artikel pada tahun 2016, tentang mengapa telur dianggap sebagai “makanan penurun berat badan yang mematikan.”

Dalam artikel ini, dikatakan bahwa mengonsumsi makanan berprotein tinggi telah diungkapkan untuk meningkatkan metabolisme hingga 80 hingga 100 kalori setiap hari melalui proses yang dikenal sebagai efek termik makanan.


Artikel menarik lainnya:


Situs informasi kesehatan menggambarkan efek termis dari makanan sebagai energi yang dibutuhkan tubuh untuk memetabolisme makanan dan lebih tinggi untuk protein dibandingkan dengan karbohidrat atau lemak.

Makanan tinggi protein untuk umur panjang

Makanan berprotein tinggi dijamin dapat membuat kenyang untuk waktu yang lebih lama, sehingga menurunkan konsumsi kalori sepanjang hari.

Ini akan membantu menjaga defisit kalori, seperti yang disebutkan sebelumnya, yang akan meningkatkan peluang untuk menurunkan berat badan jika dipertahankan dalam waktu yang lama.

Telur adalah sumber protein yang sangat serbaguna yang dapat dimasak dengan berbagai cara untuk memenuhi keinginan.

Misalnya, telur orak-arik dengan bayam yang dibumbui dengan lada dan bawang bombai untuk sarapan akan dengan mudah meningkatkan asupan sayuran sepanjang hari, menyediakan vitamin dan mineral untuk tubuh.

Alhasil, telur adalah pilihan sempurna untuk sarapan agar tetap kenyang dalam waktu lama. Telur menawarkan banyak protein untuk pertumbuhan otot yang lebih banyak, yang pada gilirannya, akan meningkatkan metabolisme secara alami juga.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
Science Times
Tags

YUK BACA

Loading...