FaktualNews.co

KPPBC Juanda Musnahkan Barang Ilegal, Mulai Sex Toys Hingga Jutaan Batang Rokok

Peristiwa     Dibaca : 168 kali Penulis:
KPPBC Juanda Musnahkan Barang Ilegal, Mulai Sex Toys Hingga Jutaan Batang Rokok
FaktualNews.co/Istimewa
Petugas saat membakar barang bukti jutaan rokok ilegal di kantor KPPBC Juanda, Rabu (3/3/2021).

SIDOARJO, FaktualNews.co – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Juanda memusnahkan sebanyak 2 juta batang rokok ilegal berbagai merk, Rabu (3/3/2021).

Jutaan batang rokok ilegal tersebut merupakan hasil dari 848 tindakan sejak bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021. Barang tersebut disita lantaran tidak dilekati dengan pita cukai.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Perkiraan nilai barang sebesar Rp 2 miliar dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar,” kata Kepala KPPBC Juanda Budi Harjanto.

Dari 2 juta batang rokok ilegal tersebut, yang ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara sehingga dimusnahkan, sebanyak 1,2 batang rokok.


Berita lainnya:


“Untuk sisanya yaitu 750.484 batang rokok masih dalam proses penyelesaian berdasarkan ketentuan atau peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Budi menjelaskan penindakan tersebut berawal dari sebuah informasi kalau terdapat pengiriman rokok ilegal melalui kantor pos MPC Surabaya dan targeting barang kiriman melalui jasa pengiriman JNE, J&T, TIKI dan Sicepat Express.

“Pemeriksaan diawali menggunakan mesin X-Ray kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan juga di dampingi petugas dari jasa perusahaan jasa pengiriman,” terangnya.

Hasil pemeriksaan, teryata jutaan batang rokok tersebut tidak dilengkapi dengan pita cukai Dan langsung diamankan.

Tidak hanya jutaan batang rokok ilegal, barang ilegal lainnya berupa puluhan sex toys juga di lakukan pemusnahan guna melindungi generasi penerus dari barang-barang yang dapat merusak moral.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...