FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jalani Vaksinasi Tahap 2, Ketua DPRD Sumenep: Ayo! Masyarakat Jangan Takut

Advertorial     Dibaca : 240 kali Penulis:
Jalani Vaksinasi Tahap 2, Ketua DPRD Sumenep: Ayo! Masyarakat Jangan Takut
FaktualNews.co/Supanji
Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, K. Abdul Hamid Ali Munir, saat menjalani vaksinasi tahap 2 di Puskesmas Pandian, Kecamatan/Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, FaktualNews.co – Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, K. Abdul Hamid Ali Munir, menjalani vaksinasi tahap 2 di Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota, setelah suntik vaksin tahap pertama dijalaninya tanpa kendala apapun.

Menurut politisi senior PKB ini, sebelum menjalani Vaksin Sinovac yang ditujukan untuk melindungi diri dari COVID-19, dirasakan baik dan sehat, tanpa ada efek batuk, flu dan sejenisnya.

“Vaksin hari ini kali kedua, Alhamdulillah sehat, tidak ada efek buruknya, justru saya merasa lebih bugar tidak ada kendala batuk, flu, dan lainnya. Jadi, ayo masyarakat jangan takut,” tuturnya, usai disuntik vaksin oleh dr. Rhesa Dewi Arianti, di puskesmas Pandian. Jumat (19/3/2021).

Pemberian Vaksin Sinovac terhadap tubuh, bertujuan untuk memberi antibodi, agar kekebalan tubuh terjaga. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat utamanya yang mobilitas interaksinya tinggi hendaknya tidak takut disuntik.

“Saya mengajak masyarakat umum, utamanya mereka yang kerap beraktivitas di luar dan banyak berinteraksi hendaknya mendukung ikhtiar pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 ini dengan segera mendaftar ke puskesmas terdekat untuk menjalani vaksinasi, agar bisa bersama-sama memutus penyebarannya,” pintanya.

Untuk diketahui, Jumat (19/3/2021) pagi ini merupakan proses vaksinasi kali kedua bagi politisi asal Matanair Rubaru, setelah Vaksin Sinovac pertama ia jalani di puskesmas yang sama.

“Ini vaksinasi terakhir, vaksin pertama di puskesmas Pandian juga, dulu seharusnya saya di vaksin di Pendopo bersama jajaran Forkopimda lainnya, namun karena waktu itu saya ada penyakit bawaan yaitu jantung, hipertensi, maka ditunda, baru di vaksin setelah kondisinya normal,” tandasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh