FaktualNews.co

Hasil Riset, Perempuan Juga Menonton Film Porno

Gaya Hidup     Dibaca : 161 kali Penulis:
Hasil Riset, Perempuan Juga Menonton Film Porno
Ilustrasi.

SURABAYA, FaktualNews.co – Sampai batas tertentu, menonton film porno adalah urusan pria. Sebagian besar film porno dipasarkan untuk pria – baik heteroseksual maupun gay.

Meski demikian, konon pornografi yang ditujukan untuk wanita juga ada dan wanita juga menikmati pornografi.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Lindsey Doe pakar kesehatan seksual, dilansir Life Hacker menyatakan, hampir sepertiga wanita melaporkan pernah menonton film porno. Sebaliknya, 10 persen pria malah tidak pernah menonton film porno.

Menurutnya, saat menonton materi seksual eksplisit dalam film itu pria dan wanita mengalami respon fisiologis yang setara.


Artikel lainnya:


Indikasi yang kentara, pada selangkangan pria penuh dengan darah dan otot-otot yang tegang. Sementara pada wanita, mereka menjadi basah.

“Jadi, dari temuan itu bisa dikatakan menonton film porno ternyata bukan hanya jadi urusan pria,” Lindsey mengatakan.

Meskipun film porno bukan hanya “urusan pria”, Debby Herbenick, peneliti Indiana University, menyebut bahwa sebagian besar produk pornografi arus utama dibuat oleh pria dengan mempertimbangkan pria lain.


Artikel lainnya:


Maka, jelas dia, tidak mengherankan bahwa sebagian besar tindakan seks yang kita lihat dalam film porno lebih berfokus pada kesenangan pria daripada kesenangan wanita.

Dilansir Life Hacker, Debby memberi contoh bahwa satu penelitian menemukan bahwa pornografi menunjukkan tingkat seks anal, fellatio, dan seks tiga orang dua-perempuan-satu-pria yang tidak proporsional.

“Mungkin pasar sedikit berubah dengan lebih banyak “produser porno etis” dan lebih banyak sutradara wanita, tetapi sebagian besar penontonnya masih laki-laki,” jelas Debby.

 

***

Artikel ini diadaptasi dari laman Life Hacker dengan judul semula: 10 Myths About Sex Everyone Should Stop Believing

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...