FaktualNews.co

Mengunjungi Wisata Desa Kemiri, Bangkitnya Korban Banjir Bandang di Jember

Wisata     Dibaca : 539 kali Penulis:
Mengunjungi Wisata Desa Kemiri, Bangkitnya Korban Banjir Bandang di Jember
FaktualNews.co/Istimewa
Pengunjung Wisata Desa Kemiri saat menikmati santap siang di gazebo.

JEMBER, FaktualNews.co – Sekitar 15 tahun silam, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember nyaring lenyap ditelan bancana banjir bandang. Gemuruh air yang datang dengan membawa beragam material pada awal Januari 2006 itu benar-benar meluluhlantakkan pemukiman dan pertanian warga.

Namun keteguhan hati warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) dan dukungan banyak pihak berangsur memulihkan kondisi desa tersebut. Warga berkeyakinan, mereka tidak boleh tenggalam dalam kenangan traumatik, mereka harus bangkit.

Seiring berjalannnya waktu, bermodal tekat dan sumber daya alam yang memadai, desa di dataran tinggi itu menggeliat dan bangkit memompa pertumbuhan ekonomi kembali.

Saat ini, seperti sebuah keajaiban, desa yang dulu porak poranda itu berlahan bermetamorfosa menjadi desa wisata. Setidaknya desa itu sudah memproyeksikan 4 lokasi wisata yang tersebar di empat dusun.

“Keempat spot wisata itu, ada di empat dusun, yakni Dusun Danci, Dusun Delima, Dusun Tenggiling, dan Dusun Sodong,” kata Ketua Tim Pengelola Desa Wisata Kemiri, Farhan Aziz kepada FaktualNews.co, Minggu (21/3/2021).

Khusus Dusun Delima, ujar Aziz, diproyeksikan menjadi titik fokus awal untuk pengembangan desa wisata yang digiatkan bersama para pemuda desa, tokoh masyarakat dan pesantren yang ada di desa tersebut.

“Dengan luasan lahan satu hektar, di Dusun Delima kita bangun resort wisata dengan nama Kemiri Resort,” ucapnya.

Di lokasi itu, katanya, ada gazebo-gazebo untuk Kemiri Resto, Rumah produksi pupuk organik untuk edukasi, spot swafoto, lokasi outbond tradisional dan pusat dari kegiatan walking tour melintasi persawahan dan pemukiman penduduk.


Artikel menarik lainnya:


“Ditambah potensi UMKM berbasis agroekonomi yang kita miliki, semisal kopi, keripik singkong, opak gulung, dan juga asap cair atau pengolahan minyak atsiri. UMKM tersebut adalah mitra belanja untuk wisatawan dan wahana edukasi,” sebutnya.

Di Kemiri Resort, setidaknya ada Pondok Kopi 5758 milik Pesantren Al Hasan yang berkolaborasi sebagai mitra desa wisata.

Di Pondok Kopi, pengunjung bisa menikmati minuman kopi di tempat yang berdesain modern dengan dikelilingi sawah berkontur terasering dan bernuansa santri desa.

Menariknya, di Pondok Kopi pengunjung juga bisa belajar roasting, grinding dan belajar menyajikan kopi atas para barista santri.

Selain itu, di Desa Wisata Kemiri juga ada Rumah Jamur, yakni tempat untuk membudidaya jamur yang kemudian diolah menjadi kuliner khas ala desa. Pengunjung bisa belajar banyak tentang budi daya jamur dan pengolahannya.

“Tapi bahannya semua dari Jamur, ada sate jamur, pepes jamur, dan olahan kuliner lainnya,” kata pria yang juga warga asli Desa Kemiri itu.

Kemudian untuk di Dusun Danci, ada lokasi wisata yakni pusat edukasi kopi rakyat mulai dari pembibitan sampai menjadi kopi siap minum.

“Ini merupakan pengembangan dari Pusat Studi Kopi Rakyat di Dusun Danci. Lokasinya di perkebunan. Pengunjung bisa belajar pembibitan kopi, mengolah kopi secara langsung, dan juga ada lokasi wisata dengan konsep ‘ngopi’ di tengah kebun,” sambungnya.


Artikel menarik lainnya:


Lokasi ketiga adalah Dusun Sodong. Dusun ini dulu adalah pusat dari bencana banjir bandang. Sekarang di dusun tersebut terdapat pusat kegiatan petualangan atau adventure yang kerap digunakan para pehobi motor trail.

Kemudian untuk yang terakhir, lanjut Farhan, ada juga spot lokasi di Dusun Tenggiling.

“Nantinya, bernama Kemiri Tani Resort. Konsepnya menerapkan integrated farming tourism. Semisal belajar menanam padi atau jagung tapi langsung dari tempatnya. Jadi lahannya itu sudah disiapkan,” ujarnya.

Farhan menambahkan, sejak digulirkan kira-kira 10 bulan lalu Desa Wisata Kemiri benar-benar dimulain dari nol, tidak ada dana investasi sama sekali.

Menurutnya, pengumpulan modal dilakukan melalui kegiatan Tamasya Desa; Kita Jelajah Kemiri dan menjual produk-produk unggulan UMKM desa.

“Kami mengajak pemuda, warga, tokoh masyarakat, pihak pesantren dan perangkat desa didampingi manajemen Tamasya Bus Kota. Desa Wisata ini adalah bentuk kebangkitan kami pascabanjir bandang 2006 lalu itu. Nantinya secara resmi Desa Wisata kami akan berdiri, dan masyarakat mulai dapat berkunjung 31 Maret besok,” katanya.

“Sebenarnya saat inipun lokasi Desa Wisata kami bisa dikunjungi, bahkan kemarin ada dari Dinas Perhubungan Jember gowes di track MTB Kemiri dan delegasi Pemkab Badung – Bali yang berkunjung, dalam rangka kerjasama percepatan pemulihan pariwisata dan industri kreatif di tempat kami,” imbuhnya.

Berapa tarif masuk Desa Wisata Kemiri? “Masuknya gratis kalau sekedar selfie (swafoto) di spot wisata yang ada, wisatawan juga bisa memanfaatkan paket-paket wisata yang dijual pengelola mulai dari 20 ribu saja,” tandasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh