FaktualNews.co

Dispendukcapil Nganjuk Tutup Sementara, Ternyata Ini Penyebabnya

Peristiwa     Dibaca : 207 kali Penulis:
Dispendukcapil Nganjuk Tutup Sementara, Ternyata Ini Penyebabnya
FaktualNews.co/romza
Kantor Dispendukcapil Nganjuk yang tutup sementara

NGANJUK, FaktualNews.co-Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nganjuk dalam beberapa hari ini tutup sementara. Sebab, ada satu Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang reaktif Covid-19.

Plt Kepala Disdukcapil Nganjuk Slamet Basuki menjelaskan, penutupan sementara berkaitan dengan adanya satu pegawai ASN, yang reaktif Covid-19, setelah dilakukan rapid test.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Informasi itu diberikan dari Satgas Covid-19 kepadanya pada Selasa 23/03/2021.

Pegawai itu diketahui reaktif setelah dilakukan rapid test antibodi dan dirawat di RSUD Kertosono. Saat menjalani swab test antigen, pegawai itu dinyatakan negatif. Kemudian, dilakukan test PCR kepadanya, namun hasil test belum keluar.

Hal itu disampaikan ke Sekda Nganjuk. “Untuk langkah-langkah mencegah dan mengatasi penularan, sesuai prosedur pencegahan Covid, maka dilakukan penutupan sementara,” ujar Slamet Basuki, Rabu (24/03/2022)

Menurut Slamet, penutupan sementara ini sebenarnya tidak seperti dibayangkan untuk tutup total. Para pegawai masih masuk kerja seperti biasa di kantor, dan tetap memberikan pelayanan kepada warga yang datang.

Tetapi, pelayanan ini diberikan selektif bagi kebutuhan warga yang penting saja. “Kami bisa memahami, karena itu menyangkut kehidupan sosial ekonomi mereka, misalnya untuk kebutuhan melamar kerja dan sebagainya, itu kan urgent sekali,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak Disdukcapil menunggu hasil tracing dari laboratorium PCR tersebut. Sembari itu, juga mengatur teknis pelayanan untuk warga yang datang.

Hal itu bisa mudah dilakukan, karena Disdukcapil sudah menerapkan sistem tanda tangan elektronik. Sehingga tanda tangan, bisa dilakukan di mana saja.

“Kami sedang mencoba mengatur, sehingga pelayanan mungkin bisa dilibatkan dengan kecamatan. Secara teknis akan di kaji dengan teman-teman Disdukcapil,”punkasnya

Hal ini agar Disdukcapil tetap bisa memperhatikan kepentingan warga. Terutama saat mengurus dokumen kependudukan ataupun berkas penting lainnya.

Slamet berpesan kepada pegawai yang berkantor, dan warga yang datang ke kantor untuk menjaga diri, mengutamakan keselamatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Tutup Sementara, Ini Layanan Disdukcapil Nganjuk

Disdukcapil Nganjuk masih memasang informasi penutupan sementara. Hal ini berkaitan hasil test PCR pegawai yang reaktif Covid-19, belum keluar. Disdukcapil hanya bisa melayani kebutuhan penting saja.

Plt Kepala Disdukcapil Nganjuk Slamet Basuki menjelaskan, pelayanan selektif tidak untuk batas kuota warga yang datang. Pelayanan selektif itu dimaksudkan untuk mendahulukan dokumen atau berkas yang penting saja.

Warga masih bisa dilayani oleh pegawai yang bertugas, “iya, misalnya untuk mereka yang membutuhkan pelayanan, yang sangat-sangat urgen, untuk kerja atau sekolah,”ujar Slamet Basuki, Rabu (24/03/2021)

Penutupan sementara itu diitentukan sampai hasil test PCR pegawai itu keluar. Seandainya pegawai itu positif terpapar Covid-19. Pihaknya akan meminta kepada siapapun yang kontak erat untuk melakukan test Covid-19.

Menurut Slamet, kalau menunggu proses laboratorium PCR itu akan memakan waktu lama. Interaksi pegawai dan warga bisa berpotensi menularkan Covid-19. Sedangkan kebutuhan masyarakat juga penting.

“Ini kami melakukan tindakan pencegahan, tetapi juga masih memberikan ruang pelayanan yang mendesak. Karena enggak mungkin, kalau saya nunggu hasil swab kapan keluarnya,”ungkapnya

Pelayanan selektif ini dikerjakan oleh dua pegawai yang bertugas dengan cara menyeleksi berkas pentingnya. Petugas itu berada di bagian depan kantor Disdukcapil.

Slamet berharap kepada pegawai dan warga, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, perlu saling mengingatkan. Semua pihak diajak untuk bersabar dan tidak terjadi salah paham. Apabila ada keluhan di Disdukcapil, petugas bisa diajak komunikasi.

“Mohon bisa bersabar dengan kondisi ini, kami harapkan tidak menjadi salah paham. Kami juga ada personil yang nanti bisa melakukan komunikasi terhadap pertanyaan atau keluhan masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...