FaktualNews.co

Pencari Bonsai Hilang Terseret Arus di Sungai Pikatan Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 278 kali Penulis:
Pencari Bonsai Hilang Terseret Arus di Sungai Pikatan Mojokerto
FaktualNews.co/Muhammad Lutfi Hermansyah
Warga berkerumun menyaksikan tim SAR melakukan pencarian korban tenggelam di sungai Pikatan, Kedungrumpit di perbatasan Kecamatan Puri dan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (27/03/2021).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Ahmad Syafi’i (24) asal Dusun/Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto dikabarkan tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (26/3/2021) sore.

Hingga saat ini petugas SAR dan warga belum menemukan keberadaan pemuda yang dilaporkan hilang sekitar pukul 15.30 WIB tersebut.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Sebanyak 4 tim SRU (Search and Rescue Unit) saat ini sedang terjun melakukan pencarian korban. Keempat tim itu masing-masing SRU air terdiri dari 3 tim dan SRU dalam 1 tim. Pencarian dilakukan oleh tim dengan menggunakan perahu.

Kapolsek Jatirejo, AKP Hendro mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat petugas dari saksi-saksi, korban keluar dari rumah sekitar pukul 08.30 WIB.

Dia bersama satu rekannya bernama Ayyub Zakaria (25) berniat mencari bahan untuk tanaman bonsai di Desa Jetak, Kecamatan Gondang. Tetapi di situ keduanya tidak menemukan pohon yang bisa dijadikan bahan bonsai.

Saksi Ayyub Zakaria pun mengajak balik pulang, tapi korban enggan. Korban bertahan mengajak melanjutkan mencari bahan bonsai di kawasan sungai Pikatan.

“Korban tidak mau dan tetap mengajak mencari pohon untuk bonsai di sungai Pikatan. Sepeda motor mereka diparkir di pinggir sungai, kemudian saksi dan korban menyeberang,” katanya, Sabtu (27/03/2021).

Saat itu sebenarnya Ayyub Zakaria keberatan karena tahu bahwa korban tidak bisa berenang. Tapi usahanya mental karena korban berikeras.

“Saksi menyarankan lewat jalan atas, korban tetap tidak mau dan tetap minta menyeberangi sungai,” jelas Hendro.

Lebih Hendro, korban dan saksi akhirnya menyeberangi sungai dengan cara mengikatkan tali tambang ke badan.

“Di tengah sungai keduanya tidak dan terbawa arus sungai bersama. Saksi berusaha untuk menolong korban. Karena arus sungai deras sehingga saksi melepaskan ikatan tali yang ada di badannya. saksi berusaha melompat untuk menolong korban namun tidak mampu,” ungkapnya.

Saksi kemudian meminta pertolongan warga dan kemudian tim SAR datang ke lokasi.

Koordinator Basarsarnas Surabaya, Ainul Makhdin memperkirakan kedalaman sungai di titik tenggelamnya korban diperkirakan menjacapai 4 sampai 7 meter.

“Kedalam dititik korban tenggelam sekitar 4 sampai 7 meter,” katanya.

Dia mengatakan, dalam proses pencarian korban pihaknya akan melakukan penyisiran sungai hingga 3 kilometer ke arah hilir.

“SRU yang pertama kita lakukan pencarian dengan perahu SR dan SRU yang lain menggunakan perahu rafting hingga dam Penewon,” jelas Ainul Makhdin, di lokasi pencarian.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...