FaktualNews.co

Perlintasan Kereta di Sumberejo Blitar Dikenal Angker, Setiap Bulan Selalu Ada Korban

Peristiwa     Dibaca : 377 kali Penulis:
Perlintasan Kereta di Sumberejo Blitar Dikenal Angker, Setiap Bulan Selalu Ada Korban
FaktualNews.co/Dwi Haryadi
Perlintasan KA tak berpalang pintu di Sumberjo, Kelurahan/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar yang sering makan korban, Jumat (2/4/2021).

BLITAR, FaktualNews.co – Truk bermuatan batu yang tertabrak kereta api Gajayana di perlintasan sebidang tak berpalang pintu lingkungan Sumberejo, Kelurahan/Kecamatan Talun Kabupaten Blitar pada Jumat (2/4/2021) siang merupakan korban ketiga dalam tiga bulan terakhir.

Sejumlah warga sekitar lokasi menilai perlintasan tersebut angker dan mistis.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Pria warga setempat yang hanya mau disebut Eko (55) mengatakan, dalam tiga bulan ini sudah ada dua orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan di perlintasan kereta api tersebut.

“Ada tiga kecelakaan termasuk yang terjadi siang tadi. Total korban yang meninggal dua orang,” jelas Eko, Jumat (2/4/2021) sore.

Eko menambahkan, tiga kali kecelakaan di lokasi tersebut terhitung sejak masuk tahun baru 2021. Tahun sebelumnya, 2020, dia hanya menyebut banyak tanpa menghitung jumlahnya.


Berita sebelumnya:


“Intinya sering terjadi kecelakaan, mas. Bisa dibilang sebulan sekali, ada saja kecelakaan di perlintasan itu,” ujarnya.

Perlintasan yang sering membawa korban tersebut sejauh ini masih belum ada palang pintunya. Penyeberang rel biasanya dipandu oleh para relawan.

Namun demikian, relawan di perlintasan itu mengundurkan lantaran tidak adanya kompensasi dari aktifitas yang mereka lakukan. Pemasukan yang diterima selamin ini hanya berasal dari saweran para penyeberang.

“Relawan yang jaga ini semua mengundurkan diri. Karena hanya d kasih janji dan pernah menerima gaji satu kali tapi diundur-undur. Bahkan saat kami meminta di Kelurahan hanya dikasih janji saja,” tegas Nanang, relawan penjaga palang pintu yang mengundurkan diri.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...