FaktualNews.co

Gubernur Jatim Terpukau Shuttlecock Produksi UMKM di Lamongan

Peristiwa     Dibaca : 212 kali Penulis:
Gubernur Jatim Terpukau Shuttlecock Produksi UMKM di Lamongan
FaktualNews.co/faisol
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi UMKM di Lamongan.

LAMONGAN, FaktualNews.co-Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi shuttlecock, UD Mixmex, di Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan milik Edy Suyanto membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku takjub.

Hal tersebut dikarenakan UMKM asal Lamongan yang memiliki merek Mixmex dan LA Cock sudah merajai pasar shuttlecock nasional.

“Lamongan luar biasa karena saya pernah melihat industri semacam ini yang berbasis wilayah dan dikerjakan oleh hampir orang satu desa tapi tidak punya merk,” kata Khofifah saat mengunjungi dan melihat proses produksi suttlecock. Minggu (04/04/2021).

Khofifah menambahkan, karena satu produk punya 2 brand, yaitu Mixmax dan LA Cock. “Ini adalah hal yang luar biasa.” imbuh Khofifah menyampaikan kekagumannya.

Namun, UMKM shuttlecock tersebut mempunyai kendala dalam pendistribusian, salah satunya kontiner saat proses transportasi. “Memang persoalan kontinder dialami seluruh Asia yang disebabkan pandemi Covid-19.” Ujar Gubernur Jatim.

Orang nomor satu Jatim terus berusaha dengan mengkomunikasikan dengan seluruh stakeholder di Jakarta, supaya industri shuttlecock di Lamongan yang telah berdiri sejak 2005 tersebut dapat terus terjaga dan semakin maju.

“Komunikasi terus kami kerjakan, supaya ketersediaan kontinder bisa memungkinkan untuk arus barang masuk dan barang keluar karena proses pemulihan ekonomi ini harus dilakukan bersama,” tutur Khofifah, seraya meminta Bupati Lamongan untuk terus memberikan pendampingan dan penguatan terhadap industri suttlecock ini agar semakin maju dan meluas.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengungkapkan, UMKM shuttlecock milik Edi Suyanto mampu menyerap 120 tenaga kerja, yaitu 70 orang bekerja di tempat produksi, sementara 50 orang bekerja dari rumah.

“Ini adalah salah satu UMKM di Lamongan yang sudah mulai bergairah lagi. Menjadi salah satu program kita untuk menggairahkan kembali UMKM dengan gerakan Ayo Beli Produk Lamongan sebagai bagian untuk UMKM Bangkit,” kata Yuhronur.

Sementara itu, pemilik UD Mixmex, Edi Suyanto mengungkapkan, IKM suttlecock miliknya sudah banyak menggunakan mesin otomatis, termasuk alat penguji produk dengan pemasaran melalui pihak ketiga dimana yang terbesar adalah Jakarta dan Makassar.

“Saya ingin mengembangkan area pemasaran, namun khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan produksi, karena dengan area pemasaran yang ada saat inipun seringkali kewalahan dalam mencukupi permintaan, kecuali dengan adanya dukungan penambahan peralatan produksi,” kata Edi.

Diketahui UD. Mixmex milik Edi yang juga menjadi Kepala Desa Sidomukti tersebut mulai beroperasi sejak sekitar 2005 silam dan mulai berkembang 2007, kemudian berkembang pesat mulai 2010-2015 hingga kini.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags