FaktualNews.co

Jelang Ramadan, Gubernur Jatim Cek Harga Beras di Lamongan

Pertanian     Dibaca : 65 kali Penulis:
Jelang Ramadan, Gubernur Jatim Cek Harga Beras di Lamongan
FaktualNews.co/Istimewa
Gubernur Jatim saat meninjau ketersediaan dan harga Beras di Bulog Lamongan, Minggu (4/4/2021).

LAMONGAN, FaktualNews.co – Dalam rangka memastikan ketersedian bahan pangan menjelang Ramadan tahun 2021 dan stabilitas harga beras, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan di salah satu daerah penghasil beras terbesar di Jatim.

“Menjelang bulan Ramadan ini masyarakat harus merasa aman, bahwa sembako aman stok dan harganya stabil. Bahkan harga beras relatif menurun,” tutur Khofifah saat mengunjungi salah satu pengilingan padi milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mawar, di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Minggu (04/04/2021).

Pada tahun 2020 produksi padi di Kabupaten Lamongan sebesar 1.173 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 753 ton beras. Produksi tahun 2020 lalu, Kabupaten Lamongan surplus beras sebesar 564 ton.

Namun pada awal musim panen akhir Pebruari hingga minggu kedua Maret 2021, harga jual gabah di Kabupaten Lamongan sempat mengalami koreksi dari HPP (Harga Pokok Penjualan) yang ditetapkan, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap rendemen.

“Selain itu adanya wacana impor beras oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan juga ikut mempengaruhi harga di tingkat petani,” jelas Khofifah saat melanjutkan kunjungannya ke Bulog Lamongan.

Maka dari itu, Khofifah menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya koreksi atau penurunan harga gabah yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah berinisiasi dan mendorong serta berupaya agar harga gabah di tingkat petani sesuai dengan HPP atau di atas HPP.

“Terus terjalin Koordinasi antar Bulog, pengelola lumbung padi, dan Tim Monitoring Serap Gabah Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan penyerapan gabah di tingkatan petani,” ujar Khofifah.

“Saya sudah menyampaikan agak detail kepada Bapak Presiden dan menteri-menteri. Bahwa Jawa Timur surplus beras. Kemudian tentang kebijakan impor beras, sebenarnya masih indent bahasanya seperti itu. Namun berita sudah terlanjur menyebar sehingga mempengaruhi harga. Monggo kita bersama-sama mencari solusi. Untuk teknis penyerapan oleh Baznas monggo dibicarakan dengan Kepala Dinas Pertanian,” Khofifah menjelaskan.

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim akan mengkoordinasikan untuk bisa membantu penyerapan di luar dari pada Bulog.

“Jadi Pemprov bersama Baznas Propinsi Jawa Timur, mulai hari ini akan menyerap beras yang di penggilingan-penggilingan terutama milik Gapoktan supaya harga segera stabil,” katanya memungkasi.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...