FaktualNews.co

Mengaku Dokter, Pria Gresik Gagahi dan Peras Ibu Muda Sidoarjo

Peristiwa     Dibaca : 175 kali Penulis:
Mengaku Dokter, Pria Gresik Gagahi dan Peras Ibu Muda Sidoarjo
FaktualNews.co/Istimewa
Ilustrasi.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Dokter gadungan berinisial MK (25) warga Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik berurusan dengan polisi setelah menggagahi LM, seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo dan memerasnya.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Wahyudin Latief mengatakan, awal kejadian itu bermula dari tersangka berkenalan lewat Facebook. “Kenalnya lewat Facebook,” kata Wahyudin, Senin (5/4/2021).

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Setelah itu, tersangka yang mengaku sebagai dokter spesialis bedah tersebut minta nomor WhatsApp dan menyanggupi akan memberi uang jika bertemu.

“Pelaku juga berjanji akan menikahi korban. Padahal korban sudah berumah tangga,” terangnya.

Lantaran tergiur yang dijanjikan pelaku, korban menuruti permintaan pelaku. Bahkan, ketika pelaku minta foto telanjang, korban menurutinya.

Setelah mengirim foto telanjang, tiga hari kemudian korban bertemu di Fave Hotel untuk bertemu. Pada saat bertemu, pelaku dan korban mencari tempat untuk check in dan sempat ke Sun Hotel.

Saat tiba di Sun Hotel pelaku dan korban merasa tidak cocok dan kembali lagi ke Fave Hotel untuk check in. Selama satu jam, korban dan pelaku berada di Hotel tersebut dan sempat melakukan hubungan intim.

“Setelah bertemu untuk pertama kalinya, akhirnya korban merasa takut diketahui suaminya dan memutuskan untuk mengakhiri huhungan dengan pelaku,” ungkapnya.

Pelaku tidak mau mengakhiri hubungan tersebut dan mengancam korban akan menyebarkan foto telanjangnya ke teman-teman korban.

“Korban diperas, jika tidak diberi uang, foto-foto korban yang telanjang akan disebar,” katanya.

Waktu itu, pelaku meminta uang Rp 7,5 juta namun, korban hanya mempunyai uang Rp 2 juta. Dan uang tersebut diserahkan waktu mereka bertemu di SPBU jenggolo.

“Waktu menyerahkan, korban sudah lapor sehingga langsung kami tangkap,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...