FaktualNews.co

Minat Budi Daya Kerbau di Situbondo Rendah, Padahal Harga Jual Bagus

Pertanian     Dibaca : 88 kali Penulis:
Minat Budi Daya Kerbau di Situbondo Rendah, Padahal Harga Jual Bagus
FaktualNews.co/fatur
Hewan kerbau digembala di Situbondo .

SITUBONDO, FaktualNews.co-Meski harga jual kerbau mahal, namun tidak banyak warga Situbondo yang menjadi memelihara membudidayakan kerbau. Jumlah peternak kerbau cukup langka di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Akibatnya, populasi kerbau masih sangat kecil dibandingkan hewan ternak lainnya, seperti sapi maupun kambing. Saat ini, hanya tercatat hanya 246 ekor hewan kerbau di Situbondo.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Sutoyo (52), peternak kerbau asal Dusun Bataan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo mengatakan, dirinya sudah lama memilih untuk menjadi peternak kerbau.

”Selain lebih mudah perawatannya, harga jual kerbau cukup mahal,” kata Sutoyo, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, untuk kerbau miliknya yang paling besar sudah ditawar Rp 25 juta per ekor. Bahkan, dirinya pernah menjual seekor kerbau seharga Rp 27 juta.

Toyo mengakui tidak semua daerah cocok untuk memelihara kerbau, karena hewan ternak kerbau tak kuat panas.

“Sekitar tahun 2005 kerbau saya pernah juara dan laku terjual seharga Rp. 27 juta. Awal saya memelihara kerbau membeli di luar kota,” bebernya.

Toyo menambahkan, di Situbondo memang tidak banyak warga yang beternak kerbau. Dirinya pertama kali membeli kerbau dari Banyuwangi. Saat ini, dirinya memiliki enam ekor kerbau dan setiap hari selalu digembala di sawah.

“Kalau siang hari, kerbau harus mandi di genangan air karena tak kuat panas. Mungkin alasan itu yang menyebabkan tidak semua warga menyukai untuk memeliharanya,” terangnya

Meski tak kuat panas, kerbau memiliki kelebihan tenaga badak. Selain bisa digunakan membajak sawah, kerbau juga bisa menarik enam lori tebu sekaligus. Padahal satu lori bisa mengangkut 8 hingga 12 ton tebu.

“Kalau ada truk tebu terperosok saya sering diundang untuk narik pakai kerbau. Pernah juga kerbau saya dipakai narik lokomotif lori tebu yang mogok di rel,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Situbondo, Muhammad Hasanudin Riwansa, mengatakan, populasi ternak kerbau memang sangat kecil, hanya ada 246 ekor tersebar di empat Kecamatan.

Untuk sentra ternak kerbau ada di tiga Kecamatan yaitu Mangaran, Kendit dan Panarukan.

“Saat ini, jumlah kerbau hanya 246 ekor. Dengan rincian, di Kecamatan Kendit itu ada 101 ekor kerbau, Panarukan 73 ekor dan Mangaran 60 ekor. Ada juga di Kecamatan Besuki tapi hanya sekitar 10 ekor,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...