FaktualNews.co

Diskusi Publik: Pasca-APBD 2021 Disahkan, Masyarakat Jember Punya Ekspektasi Besar

Birokrasi     Dibaca : 228 kali Penulis:
Diskusi Publik: Pasca-APBD 2021 Disahkan, Masyarakat Jember Punya Ekspektasi Besar
FaktualNews.co/hatta
Diskusi daring FEB Unej, bahas potensi ekonomi Jember, pasca-APBD 2021 disahkan

JEMBER, FaktualNews.co-Pasca-APBD 2021 disahkan, dinilai memberikan dampak besar, dengan adanya ekspektasi besar pada jmasyarakat Jember.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Publik secara daring bertajuk Dinamika: Diskusi Wacana dan Ekonomi Terbuka, yang digelar oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej).

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Menurut Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi saat diskusi tersebut, disahkannya APBD Jember 2021 beberapa waktu lalu dinilainya, membawa berbagai ekspektasi yang besar di kalangan masyarakat.

Sebab, setelah dua tahun sebelumnya Jember tidak memiliki APBD yang disepakati legislatif-eksekutif dalam bentuk perda. Menurut legislator dari PKB itu, ada harapan besar yang muncul dan tampak.

“Bahkan kini masyarakat Jember, saking percayanya kepada bupati yang baru, ada gejala setuju terus dengan apa yang disampaikan elit politik. Padahal sejatinya, politik yang baik itu yang mengontrol kekuasaan. Karena mereka sudah mengalami disorientasi selama lima tahun di bawah kepemimpinan bupati sebelumnya,” ujar Itqon dalam diskusi publik, Senin (12/4/2021).

Sementara itu anggota DPRD Jember Agusta Jaka Purwana yang menjadi salah satu pembicara utama mengatakan, APBD 2021 yang disahkan membawa banyak harapan.

“Semoga bupati yang sekarang lebih baik, tidak sekadar pencitraan. Saya optimistis itu karena hal ini terlihat dari cara beliau membangun renovasi Masjid Roudlotul Muchlisin,” tutur Agusta.

Legislator dari Partai Demokrat ini mengilustrasikan dengan pembangunan masjid, sebagai bentuk sindiran, dengan masih banyaknya fasilitas-fasilitas publik di Jember yang belum ramah disabilitas.

“Jember katanya kota ramah difabel, tapi kondisi saya yang harus pakai kursi roda membuat saya tidak bisa mengakses gedung pemkab lantai 2. Begitu juga di DPRD, saya tidak bisa akses ke lantainya (juga di lantai dua),” ujar pria yang saat ini masih menderita sakit, dan harus berkursi roda itu.

Namun demikian, sebagai anggota dewan yang berlatar belakang pengusaha ini juga memiliki harapan kepada pemerintahan saat ini, agar nantinya bisa berperan, menggerakkan roda ekonomi terutama UMKM.

“Yang kita harapkan adalah pemerintah menjadi marketer. Jadi tidak hanya memberi bantuan modal atau alat. Meski memang permasalahan teman-teman UMKM adalah pada modal,” ungkapnya.

Agusta menambahkan, perihal bekal masa depan perekonomian Jember, yang menurutnya, sangat ditentukan perhatian bupati-wabup dalam menyiapkan infrastruktur komunikasi dan informatika secara digital. Sehingga menjadi modal agar dapat bersaing secara global.

“Tentunya ini harus mampu menjamin perlindungan data pribadi dari ancaman cyber crime (kejahatan siber),” tuturnya.

Sementara itu, menyinggung APBD yang dapat menggerakkan roda ekonomi di Jember, mendapat tanggapan positif dari akademisi FEB Unej M Fathorrazi.

“Butuh cara yang efektif dan efisien untuk memanfaatkan APBD dalam menggerakkan roda ekonomi. Bagaimana memanfaatkan APBD yang kecil itu supaya efisien dan efektif. Dengan biaya rendah bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...