FaktualNews.co

Unmuh Jember Gelar Wisuda Secara Luring, Tanpa Kehadiran Ortu Wisudawan

Pendidikan     Dibaca : 87 kali Penulis:
Unmuh Jember Gelar Wisuda Secara Luring, Tanpa Kehadiran Ortu Wisudawan
FaktualNews.co/hatta
Rektor UMJ Hanafi saat kegiatan wisuda luring di Aula Zaenuri.

JEMBER, FaktualNews.co-Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menggelar wisuda 501 mahasiswanya secara luring di Aula Zaenuri, Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, Senin (12/4/2021).

Hanya saja, wisuda luring pertama kali digelar sejak pandemi Covid-19 melanda ini tidak dihadiri orang tua wisudawan. Ini guna membatasi kerumunan demi penerapan protokol kesehatan (prokes).

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Untuk menerapkan prokes itu pula, kegiatan wisuda secara luring itu dibagi dalam dua sesi. Sehingga dalam satu hari, hanya diikuti separuh dari total wisudawan.

“Setelah kami mendapat izin dari Ketua Tim Satgas Covid-19 Jember, bapak Bupati Jember Hendy Siswanto. Kita menggelar kegiatan wisuda luring ini,” kata Ketua Panitia Wisuda Luring UM Jember, Ni’matul Rohmah.

Untuk menerapkan prokes Covid-19, kata Rohmah, juga penerapan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilitas dan interaksi).

“Sesi pertama wisuda itu dilakukan Minggu (11/4) kemarin diikuti 251 orang, dan hari ini Senin 12 April 2021, diikuti 250 orang,” katanya.

Kemudian pertimbangan untuk digelar dalam ruangan aula, sambungnya, dengan izin dari Ketua Satgas Covid-19, dan kapasitas aula yang dapat menampung 800 orang, yang hanya diisi 150 orang.

“Untuk sisanya mahasiswa yang di wisuda kami tempatkan di luar ruangan, di bawah tenda,” jelasnya.

Namun demikian, Rohmah memohon maklum belum bisa mengundang orang tua mahasiswa dalam kegiatan wisuda tersebut.

“Untuk orang tua, belum bisa kami hadirkan dan diundang. Karena tidak mungkin hanya mengundang satu orang tua, ayah atau ibunya. Harusnya kedua orang tua hadir. Tapi jika dihadirkan pertimbangan kami, jumlah wisudawan dikali dua, sehingga hal itu menyebabkan kerumunan,” ulasnya.

Sehingga dalam kegiatan wisuda luring itu, katanya, tetap tidak mengundang orang tua mahasiswa.

Vernita, salah satu wisudawati, mengaku bersyukur dapat mengikuti prosesi wisuda secara luring itu.

“Karena dibanding tahun kemarin, diadakan di luar ruangan dan kurang nyaman. Tapi sekarang bisa di dalam ruangan dengan luring ini, Alhamdulillah suasananya seperti yang diharapkan,” ungkap lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi ini.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...