FaktualNews.co

Sidak Takjil, Dinkes Tulungagung Temukan 4 Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Kesehatan     Dibaca : 87 kali Penulis:
Sidak Takjil, Dinkes Tulungagung Temukan 4 Makanan Mengandung Zat Berbahaya
FaktualNews.co/latif syaipudin
Dinas Kesehatan Tulungagung saat melakukan sidak di wilayah Kelurahan Jepun pada Jumat (16/4/2021).

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melakukan sidak (inspeksi mendadak) di tiga titik tempat dijualnya takjil (makanan untuk berbuka) pada Jumat (16/4/2021) sore.

Hasilnya, dari 31 makanan yang dijadikan sampling sidak, terdapat empat produk yang mengandung zat berbahaya.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Kasi Farmasi dan Perbekalan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Masduki mengatakan, memang di setiap Ramadan, rata-rata konsumsi masyarakat terhadap makanan cenderung tinggi.

“Sesuai UU nomor 23 tahun 2014 dan PP nomor 6 tahun 2019 tentang keamanan pangan. Disitu jelas peran kami untuk mengawal mutu keamanan pangan,” katanya, Jumat (16/4/2021).

Masduki menjelaskan, pihaknya melakukan sidak pada tiga tempat yang ramai menjual takjil, yakni di Jepun, Kepatihan, dan Gendingan/Tanon. Pada sidak tersebut diambil 31 sampel makanan mulai dari krupuk, lauk, es dan jajanan jeroan.

Dari 31 sampel tersebut, empat di antaranya dipastikan positif mengandung zat berbahaya, mengandung boraks, formalin dan rodamin.

“Seperti satu krupuk mengandung boraks, satu krupuk mengandung rodamin B, serta usus dan cecek mengandung formalin,” jelasnya.

Usai mendapati adanya empat makanan yang mengandung zat berbahaya, pihaknya akan memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha makanan.

Ini dilakukan karena selain pihaknya harus melakukan pengamanan kualitas mutu makanan, juga harus mendorong usaha-usaha kecil agar tumbuh kembali lantaran selama pandemi Covid-19 banyak yang terdampak.

“Nantinya kita akan mengumpulkan 340 retail maupun produsen besar untuk dilakukan pembinaan agar produk yang mereka produksi benar-benar aman,” pungkasnya.

Disinggung mengapa ada produsen tetap menggunakan zat berbahaya untuk produknya, Masduki mengungkapkan hal tersebut disebabkan zat-zat tersebut berfungsi sebagai pengawet, sehingga produsen dipastikan tidak akan rugi meski produknya lama tidak terjual.

“Kami memgimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dalam membeli makanan atau jajanan, kami akan menindak lanjuti temuan ini untuk dilakukan pembinaan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...