FaktualNews.co

DKI-Ngawi Teken MOU Wujudkan Resi Gudang, Bupati: Produk Petani Dijamin Terbeli

Ekonomi     Dibaca : 141 kali Penulis:
DKI-Ngawi Teken MOU Wujudkan Resi Gudang, Bupati: Produk Petani Dijamin Terbeli
FaktualNews.co/zaenal abidin
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat menandatangani nota kesepahaman mewujudkan resi gudang antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi, disaksikan Gubernu Jatim Khofifash Indar Parawansa, Minggu (25/4/2021). Dalam penandatanganan MOU tersebut turut hadir dan menyaksikan secara langsung adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. "Alhamdulillah Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemkab Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan kelompok tani Sido Rukun guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta," jelas Anies Baswedan. Dengan penandatanganan MOU antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi, ini terobosan prima dalam mewujudkan kesejahteraan petani Ngawi khususnya petani padi. Dan salah satu harapan dari Pemkab Ngawi dengan berhasilnya mewujudkan kerjasama ini merupakan jaminan untuk produk pangan dari petani Ngawi dijamin akan terbeli. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan, pada umumnya saat panen raya gabah kering panen dihargai sangat rendah. Dengan terwujudnya kerjasama sistem resi gudang, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi stand by buyer dengan jaminan harga yang baik, sehingga petani tidak susah mencari pembeli. "Kita memastikan kondisi surplus beras di Ngawi juga berbanding lurus dengan kesejahteraan petani Ngawi," tandas Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi. Kelebihan dari kerjasama ini dengan menyimpannya di resi gudang, petani juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman dari lembaga keuangan sebagai pembiayaan pada musim tanam berikutnya. Sistem resi gudang mampu menyimpan rata-rata 600 ton beras dan target tahun 2021 sebesar 1.000 ton. "Jadi pada sistem resi gudang, gabah petani pasti dibeli dengan harga yang stabil," pungkasnya.

NGAWI, Faktualnews.co-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menandatangani nota kesepahaman  mewujudkan resi gudang antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi, Minggu (25/4/2021).

Dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU) tersebut turut hadir dan menyaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Alhamdulillah Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemkab Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan kelompok tani Sido Rukun guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta,” jelas Anies Baswedan.

Dengan penandatanganan MOU antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi, ini terobosan prima dalam mewujudkan kesejahteraan petani Ngawi khususnya petani padi.

Dan salah satu harapan dari Pemkab Ngawi dengan berhasilnya mewujudkan kerjasama ini merupakan jaminan untuk produk pangan dari petani Ngawi dijamin akan terbeli.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan, pada umumnya saat panen raya gabah kering panen dihargai sangat rendah.

Dengan terwujudnya kerjasama sistem resi gudang, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi stand by buyer dengan jaminan harga yang baik, sehingga petani tidak susah mencari pembeli.

“Kita memastikan kondisi surplus beras di Ngawi juga berbanding lurus dengan kesejahteraan petani Ngawi,” tandas Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi.

Kelebihan dari kerjasama ini dengan menyimpannya di resi gudang, petani juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman dari lembaga keuangan sebagai pembiayaan pada musim tanam berikutnya.

Sistem resi gudang mampu menyimpan rata-rata 600 ton beras dan target tahun 2021 sebesar 1.000 ton. “Jadi pada sistem resi gudang, gabah petani pasti dibeli dengan harga yang stabil,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...