FaktualNews.co

Bupati Muhdlor Minta Warga Sidoarjo Lebaran di Rumah Saja

Peristiwa     Dibaca : 218 kali Penulis:
Bupati Muhdlor Minta Warga Sidoarjo Lebaran di Rumah Saja
FaktualNews.co/nanang
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor ketika memimpin apel kesiapan pengamanan Mudik Lebaran Idul Fitri 2021 di Alun-alun Sidoarjo, Senin (26/4/2021).

SIDOARJO, FaktualNews.co-Meski Idul Fitri 1 Syawal 1442 H masih kurang 15 hari, Bupati Ahmad Muhdlor sudah meminta masyarakat Sidoarjo lebaran di rumah saja. Karena kondisi masih dalam status waspada terhadap bahaya Covid-19.

“Kami pesan kepada warga Sidoarjo kalau bisa lebaran di rumah saja, stay at home,” pesan Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu saat memimpin apel kesiapan pengamanan Mudik Lebaran Idul Fitri 2021 di Alun-alun Sidoarjo, Senin (26/4/2021).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Mari kita patuhi aturan dari pemerintah. Meski ada wilayah aglomerasi, kalau tidak sangat penting sekali lebih baik di rumah saja, merayakan lebaran idul fitri bersama keluarga dan tetangga dekat rumah,” pinta dia.

Gus Muhdlor menerangkan larangan mudik lebaran ini bukan hanya berlaku di Sidoarjo saja tapi juga secara nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor : 13/2021 Pemerintah resmi melarang mudik mudik lebaran tahun ini.

Pelarangan itu bagi semua moda transportasi darat, laut, udara dan kereta akan dibatasi sepanjang tanggal 6 -17 mei 2021. Ada pengecualian larangan mudik berlaku untuk pergerakan kendaraan di kota/kabupaten yang saling terhubung dalam satu kesatuan wilayah atau disebut Aglomerasi.

“Ada delapan aglomerasi yang ditetapkan pemerintah, salah satunya adalah wilayah Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Mojokerto, Lamongan dan Bangkalan,” sebutnya.

Meski demikian, Muhdlor kembali menegaskan bahwa pelarangan mudik secara nasional ini dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan juga belum terbentuknya herd immunity atau kekebalan komunitas karena pelaksanaan vaksinasi belum merata.

“Pemerintah tidak ingin kejadian seperti di negara India yang memperbolehkan perayaan Suci di Sungai Gangga akhirnya berdampak tingginya kasus baru yang membuat pemerintah India kelabakan, dalam sehari lebih dari 300 ribu kasus,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...