FaktualNews.co

Pemkab Tulungagung Izinkan 1374 PMI Habis Kontrak untuk Mudik

Peristiwa     Dibaca : 143 kali Penulis:
Pemkab Tulungagung Izinkan 1374 PMI Habis Kontrak untuk Mudik
FaktualNews.co/istimewa
Ilustrasi PMI/TKI mudik

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co–Pemkab Tulungagung mengizinkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung untuk mudik, dengan catatan PMI tersebut sudah habis kontrak dan terancam dideportasi jika tidak pulang ke Indonesia.

“Sehingga ini menjadi catatan pengecualian,” kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Senin (26/4/2021).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Dikatakan Bupati Maryoto, terdapat sekitar 1374 PMI Tulungagung yang habis masa kontraknya pada bulan Mei dan April 2021 ini. “Tapi yang sudah terkonfirmasi ada sekitar 1204 PMI yang pasti akan pulang,” jelas Maryoto Birowo.

Secara prosedural, PMI yang pulang harus menjalani karantina terlebih dahulu di asrama yang disediakan Pemprov Jatim, kemudian di daerah asal juga harus menjalani isolasi selama 5 hari.

“Jadi dari Pemprov Jatim dilakukan isolasi dan pengecekan baik PCR ataupun Swab, kemudian setelah dinyatakan negatif akan dijemput oleh tim Pemkab Tulungagung. Jadi keluarga tidak bisa melakukan penjemputan,” terangnya.

Dari data yang dirilis pihak Pemkab, kepulangan PMI paling banyak berasal Hongkong sekitar 350 orang dan Taiwan sekitar 381 orang.

Kemudian dari Malaysia 183 orang, Korea Selatan 64 orang, Brunei Darussalam 55 orang, Singapura 60 orang, Papua Nugini 14 orang, Al Jazair 4 orang, Kepulauan Solomon 1 orang, Selandia Baru 2 orang, Saudi Arabia 3 orang, Kuwait 3 orang, jumlah yang terdaftar sebanyak 1204 orang.

Sementara itu untuk PMI yang tidak terdaftar dan merupakan PMI ilegal, Pemkab Tulungagung akan melakukan pengetatan di tingkat desa.

Dengan aktifnya jajaran tingkat desa diharapkan adanya laporan apabila warga desanya ada yang kedapatan baru pulang dari luar negeri.

“Kalau ini kita siap melakukan tracing juga, jadi ini harus ada komunikasi yang baik dengan pihak Desa dan begitu sebaliknya,” timpal Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Kasil Rokhmad, Senin (26/4/2021).

Bahkan apabila ada PMI yang lolos dari filter yang diterapkan oleh Pemkab, maka PMI tersebut juga harus dijemput dan dilakukan isolasi.

“Catatan kita setiap ada libur panjang itu selalu terjadi peningkatan kasus, jadi ini yang menjadi perhatian,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...