FaktualNews.co

Refleksi Musibah Banjir Bandang 15 Tahun Lalu, BEM FEB Unej Tanam 500 Bibit Pohon

Lingkungan Hidup     Dibaca : 93 kali Penulis:
Refleksi Musibah Banjir Bandang 15 Tahun Lalu, BEM FEB Unej Tanam 500 Bibit Pohon
FaktualNews.co/hatta
Kegiatan menanam pohon sebagai bentuk kepedulian lingkungan BEM FEB Unej.

JEMBER, FaktualNews.co-Sebagai bentuk refleksi dan doa bersama peringati Hari Bumi serta mengenang Bencana Banjir Bandang tahun 2006 lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Jember (Unej) melakukan tanam pohon di lokasi bekas bencana, tepatnya di kawasan Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, Senin (26/4/2021).

Kegiatan yang juga akrab disebut penghijauan itu, dilakukan dengan menanam 400 bibit pohon kayu sumbangan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Ketua BEM FEB Unej Muhammad Zainur Risqi mengatakan untuk penanaman pohon itu, difokuskan pada daerah pinggiran Sungai Dinoyo, desa setempat.

“Dengan menanam 400 bibit pohon pada bantaran sungai, diyakini akan dapat memberikan kekuatan pada tanah di bantaran sungai untuk menahan aliran Sungai Dinoyo yang cukup kuat. Terutama ketika air sungai meluap setelah hujan,” kata Risqi panggilan akrabnya saat dikonfirmasi di lokasi penanaman pohon.

Terkait gerakan yang bertajuk Gemati Bumi itu, memiliki makna gerakan merawat bumi yang diambil dari Bahasa Jawa.

“Gemati atau Gematos yang berarti merawat dengan baik atau penuh kasih. Dengan harapan, memberikan kebermanfaatan bukan hanya untuk saat ini, namun juga untuk anak cucu di masa depan. Supaya dapat melihat dan merasakan bumi seperti yang kita rasakan sekarang,” ujarnya.

Terkait refleksi musibah banjir bandang Panti yang terjadi pada lima belas tahun silam juga dibenarkan oleh pihak Kepala Desa setempat.

“Benar dulu di sini telah terjadi bencana nasional yakni banjir bandang Panti yang memakan korban kurang lebih 150 jiwa, dan di Desa Suci sini juga banyak yang menjadi saksi atas terjadinya bencana tersebut,” kata Kades Suci Akhmad Suyuti.

Musibah yang terjadi 15 tahun lalu itu telah berlalu, kini warga sudah mulai pulih dari keterpurukan dan trauma. “Tapi semua masih bertahap, sekarang bertahap bangkit. Termasuk potensi UMKM dan wisata mulai berkembang di desa kami,” katanya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...