FaktualNews.co

Peringati Hari K3 Se-Dunia, RSUD Moh. Anwar Sumenep Bekali Petugas Kebersihan dan Sekuriti Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran

Advertorial     Dibaca : 134 kali Penulis:
Peringati Hari K3 Se-Dunia, RSUD Moh. Anwar Sumenep Bekali Petugas Kebersihan dan Sekuriti Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran
FaktualNews.co/Istimewa
Simulasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang benar sebagai kesiapsiagaan mengantispasi terjadinya kebakaran di lingkungan rumah sakit.

SUMENEP, FaktualNews.co – Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep melakukan sosialisasi kepada perwakilan petugas cleaning service serta security, selasa (27/4/2021) di salah satu ruang terbuka hijau rumah sakit plat merah tersebut.

Kegiatan sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja ini selain merupakan rutinitas terjadwal juga dalam rangka memperingati hari K3 se-dunia, dengan melakukan simulasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang benar sebagai kesiapsiagaan mengantispasi terjadinya kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Pantauan media, Sekretaris komite K3 RS, Herman Wahyudi yang didampingi oleh ketua komite dan ahli K3 RS memperagakan cara penggunaan APAR yang benar dengan metode “TARRA” (Tarik pin pengaman, ARahkan selang pada asap atau titik api, Remas tuas apar untuk mengeluarkan isi tabung, RAtakan pada area titik asap atau api sampai padam) terhadap 25 peserta simulasi yang hadir siang itu.

Sekretaris Komite K3, Herman Wahyudi menuturkan, terdapat kodefikasi khusus, code red dalam prosedur pemadaman api saat terjadi kebakaran yang hanya diketahui oleh civitas RS, hal ini bertujuan untuk mencegah kepanikan pengunjung RS.

“Apabila terjadi kebakaran di RS ada code red yang merupakan kodefikasi untuk kebakaran supaya karyawan RS tau dan pengunjung di RS tidak panik dan hanya civitas RS yang mengerti kode itu. Kita Punya nomor telepon di 1177 apabila terjadi kebakaran dan kita juga sudah menyediakan jadwal tim tanggap bencana apabila di suatu ruangan terjadi kebakaran,” sebutnya.

Kemudian, tim ruangan akan langsung melakukan prosedur pemadaman api sesuai dengan SOP yang ada dan apabila api tidak bias dipadamkan, tim K3 RS akan terjun keruangan setelah ditelepon oleh ruangan.

“Semuanya sudah ada SOP-nya dan kami sampaikan berulang-ulang termasuk simulasi yg barusan kita lakukan,” tutur Wahyudi.

Sementara itu, Ketua komite K3 RS Hermanto, menyampaikan, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek penting untuk diterapkan di RSUDMA yang memiliki area publik luas.

Lebih lanjut, pihaknya menekankan bahwa simulasi penggunaan APAR pelu dilakukan secara rutin kepada seluruh civitas RS, guna mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebenarnya semua civitas RS harus mengetahui cara penggunaan APAR, mulai dari petugas yang ada di ruangan, cleaning service, security, perawat ataupun dokter yg ada di RS; harus mengetahui bagaimana penggunaan APAR.

“Saya kira, kita harus tetap mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu dikhawatirkan takut terjadi sesuatu terutama kebakaran, hal ini karena kita tidak tahu kapan akan terjadi musibah, sehingga setiap saat harus siap melakukan kegiatan pemadaman kebakaran,” terangnya.

RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep memiliki komite K3 RS tidak hanya untuk menunjang keselamatan para pekerja namun juga untuk menciptakan rasa aman bagi pengunjung RS.

“Melalui momen peringatan hari K3 se-dunia, Tim K3 RSUDMA menyampaikan pesan kepada seluruh civitas RS agar mengutamakan keselamatan dalam bekerja,” tandasnya.

Dilansir dari International Labour Organization (ILO), bahwa di seluruh dunia terjadi 313 juta kecelakaan kerja dan 2,3 juta pekerja meninggal dunia setiap tahunnya. Hal inilah yang mendasari ILO untuk menetapkan tanggal 28 April sebagai hari K3 internasional yang diperingati setiap tahun untuk memperbaiki dan meningkatkan segala sistem yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. (*)

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...