FaktualNews.co

Anggota Koperasi Raung Situbondo Keluhkan Tabungan Tidak Cair

Peristiwa     Dibaca : 135 kali Penulis:
Anggota Koperasi Raung Situbondo Keluhkan Tabungan Tidak Cair
FaktualNews.co/Istimewa
Gedung Koperasi Raung di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Anggota Koperasi Raung Situbondo mengeluhkan uang tabungannya yang tidak diberikan oleh pengurus. Bahkan, hinga pertengahan Ramadan, uang tabungan para nasabah belum bisa dicairkan.

Salah satu anggota nasabah berinisial NI mengatakan, pihaknya sudah mencoba menanyakan ke pengurus terkait hal itu, namun dijanjikan akan diberikan satu bulan lagi.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Pencarian di atas 100 juta sepertinya dipersulit. Saya disuruh menunggu satu bulan lagi,” kata NI, Jumat (30/4/2021).

Dia berharap uang tabungannya segera bisa dicairkan karena pada Ramadan menjelang lebaran seperti sekarang uang tersebut sangat dia butuhkan.

“Karena sampai sekarang belum diberikan, sehingga saya terpaksa menggadaikan mobil,” bebernya.

Lebih jauh NI menambahkan, bukan hanya dirinya yang tidak bisa dicairkan tabungannya. Yang dia tahu, sejumlah anggota lain juga bernasib sama.

“Masih banyak. Ada salah satu teman saya anggota Satpol PP, itu dananya lebih Rp 500 juta. Belum diberikan juga,” pungkasnya.

Salah satu pengurus Koperasi Raung ketika dihubungi melalui sambungan ponselnya, enggan berkomentar. Dia meminta agar langsung konfirmasi ke ketua koperasi. Dia berjanji mengirimkan nomor telepon seluler ketua koperasi. Tetapi hingga berita ini ditulis nomor tersebut belum juga dikirim.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM), Sugiyono menerangkan, untuk permasalahan internal di koperasi, pihaknya tidak bisa mengintervensi. Itu bukan kewenangan Diskop UM.

“Apalagi itu masalah pengelolaan keuangan, dinas tidak ikut-ikut,” katanya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...