FaktualNews.co

Berbaju Ala Pejuang, Komunitas Onthel Kuno di Sidoarjo Bercengkerama dengan Anak Yatim

Peristiwa     Dibaca : 136 kali Penulis:
Berbaju Ala Pejuang, Komunitas Onthel Kuno di Sidoarjo Bercengkerama dengan Anak Yatim
FaktualNews.co/nanang
Komunitas Pokas Sidoarjo berseragam ala pejuang ketika hendak menyerahkan bantuan tunai ke pengasuh yayasan panti asuhan Al-Habibah, Tulangan, Sidoarjo, Minggu (2/5/2021).

SIDOARJO, FaktualNews.co-Momen bulan Ramadan dimanfaatkan komunitas sepeda onthel kuno yang tergabung dalam wadah Pelestari Onthel Kebo Anggrem Sidoarjo (Pokas) untuk bercengkerama dengan anak panti asuhan yatim piatu, da;am kegiatan bakti sosial (baksos), Minggu (2/45/2021).

Gaya bercengkerama komunitas yang memiliki lebih 50 anggota onthel aktif itu cukup unik. Ya, mereka mengenakan baju ala pejuang hingga petani, ketika menemui anak yatim piatu panti asuhan yang berada di Yayasan Al-Habibah di RT 11, RW 4, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Sebelum menemui puluhan anak yatim piatu yang diasuh ustaz Musthofa tersebut, para anggota komunitas onthel kuno itu rela mengayuh sepeda kunonya menuju lokasi acara sambil membawa sembako hingga kebutuhan lain untuk anak yatim piatu.

“Alhamdulillah, dengan semangat Ramadan kami meluangkan waktu untuk berbagi dengan anak-anak yatim piatu ini,” kata Ketua Pokas Sidoarjo Nasripan, Minggu (2/5/2021).

Budi Susanto, Wakil Ketua Pokas Sidoarjo menambahkan bahwa bakti sosial kepada anak yatim piatu adalah bentuk dharma bhakti pencinta onthel kuno kepada sesama.

“Jadi kami tidak hanya sekedar ngontel, tetapi kita juga peduli dengan anak yatim dan duafa. Bahkti sosial ini murni dari iuran anggota onthel kami,” jelasnya.

Soal pakaian ala pejuang yang dikenakan saat bercengkrama dengan anak yatim piatu, Budi menjelaskan baju ala tentara hingga pejuang yang digunakan semua anggota adalah bentuk dari melestarikan sejarah. Itu diperkenalkan kepada anak yatim piatu.

“Jadi sebelum tahun 45, jaman perjuangan rata-rata kendaraannya sepeda onthel kuno yang sekarang ini masih tetap kita lestarikan. Ini bentuk melestarikan sejarah lampau,” jelas pria yang juga aktif di serikat buruh itu.

Musthofa, Pengasuh Panti Asuhan Yayasan Al-Habibah mengaku sempat kaget dengan kedatangan para anggota komunitas sepeda onthel kuno dengan baju ala pejuang saat tiba di tempatnya. Namun, ia mengapresiasi karena hingga saat ini masih tetap ada yang melestarikannya.

“Kami sangat mengapresiasi. Kami juga bersyukur dan berterima kasih atas santunan yang diberikan membantu 60 anak yatim yang ada di sini. Semoga mendapat balasan rezeki yang barokah,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...