FaktualNews.co

Diduga Produksi dan Edarkan Upal, Seorang Ibu di Banyuwangi Ini Ditangkap

Kriminal     Dibaca : 219 kali Penulis:
Diduga Produksi dan Edarkan Upal, Seorang Ibu di Banyuwangi Ini Ditangkap
FaktualNews.co/konik
Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menunjukkan barang bukti upal saat rilis kasus tersebut.

BANYUWANGI, FaktualNews.co-Bermodal mesin printer, seorang perempuan inisial MW (51), warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, diduga nekat memalsukan mata uang rupiah sekaligus mengedarkannya. Akibatnya ibu-ibu ini ditangkap petugas Polresta Banyuwangi

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, terungkap kasus pembuatan uang palsu (upal) berdasarkan penyelidikan. Hasilnya, selain menangkap tersangka pembuatnya, juga menyita barang bukti upal nominal Rp 40,06 juta

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Kami menyita barangbukti. Kita temukan Rp 40.060.000 mata uang palsu, terdiri dari pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu,” kata AKBP Arman Asmara, saat rilis pengungkapan kasus upal di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (6/5/2021).

Menurut Kapolresta Arman, teknik yang digunakan tersangka, ialah dengan cara uang asli misalnya nominal Rp 100 ribu di-scan dengan printer di bagian depannya saja, kemudian ditempel.

“Jadi uang asli dikelupas di satu sisi, kemudian ditempelkan hasil scan yang palsu jadi bagian belakang asli, dan bagian depannya palsu,” lanjutnya

Tak hanya itu Arman menjelaskan pelaku juga mengedarkannya hingga di luar provinsi.

“Kami terus kembangkan. Untuk sementara, uang asing kita kembangkan, serta kita kembangkan nilai nominalnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, pelaku ini telah melakukan aksinya sebanyak dua kali.

Atas perbuatannya, emak-emak ini terjerat Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 ayat (2) UU RI No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda sebesar Rp. 10 miliar.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...