FaktualNews.co

Terminal Gayatri Tulungagung Kosong, Satu Dua Calon Penumpang ‘Balik Kucing’

Peristiwa     Dibaca : 139 kali Penulis:
Terminal Gayatri Tulungagung Kosong, Satu Dua Calon Penumpang ‘Balik Kucing’
FaktualNews.co/Latif Syaipudin
Suasana Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, terlihat kosong melompong, tidak bus maupun calon penumpang pada Kamis (6/5/2021) sore.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Hari pertama larangan mudik tanggal 6 Mei, terminal Gayatri Tulungagung nihil aktifitas kenaikan maupun penurunan penumpang.

Di terminal hanya terlihat satu dua calon penumpang yang kemudian putar balik karena belum mengetahui detail informasi dan ketentuan larangan mudik bagi kendaraan angkutan umum.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Data yang dihimpun dari pihak Terminal Gayatri, sejauh ini belum ada armada bus yang masuk ke Terminal Gayatri.

Hanya ada satu layanan yang masih beroperasi, yaitu Bus DAMRI yang merupakan angkutan perintis Kemenhub trayek Tulungagung – Ponorogo via Kecamatan Pagerwojo.

Armada bus diizinkan beroperasi yaitu dengan ketentuan utama telah memiliki stiker yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi.

Ketika proses pengurusan stiker, nantinya masing-masing PO akan mendapat arahan termasuk angkutan dibatasi dengan maksimal 20 persen dari total kursi, dan syarat lainnya seperti surat keterangan tugas atau jalan.

“Nanti setiap bus yang masuk di terminal, akan kita cek, jadi hanya ada 20 persen dari total, kalau bus panjang maksimal 40-50 an penumpang jadi sekitar 10-15 orang saja,” terang kepala Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, Dukut Siswantoyo, Kamis (6/5/2021).

Selain batasan jumlah penumpang, armada bus hanya diperbolehkan mengangkut penumpang dengan tujuan kerja, tugas kerja, ataupun layanan darurat.

“Penumpang harus bawa surat keterangan, surat tugas, atau semacamnya. Jika didapati yang mengangkut penumpang mudik akan ada sanksi, selain itu dari pihak Dishub dan Polres setempat juga ada layanan pemantauan posko di wilayah perbatasan, jadi ini terintegrasi,” paparnya.

Hari pertama diterapkannya masa larangan mudik, aktivitas di Terminal Gayatri nihil, tidak ada bus sama sekali.

“Tadi ada angkutan perintis saja, ada satu dua orang yang putar balik, karena salah informasi,” pungkasnya.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...