FaktualNews.co

2.311 Kendaraan Putar Balik Selama 10 Hari Penyekatan Pemudik di Lumajang

Peristiwa     Dibaca : 130 kali Penulis:
2.311 Kendaraan Putar Balik Selama 10 Hari Penyekatan Pemudik di Lumajang
FaktualNews.co/Efendi Murdiono
Salah satu titik penyekatan pemudik di Kabupaten Lumajang, Sabtu (15/5/2021).

LUMAJANG, FaktualNews.co – Selama 10 hari Operasi Ketupat Semeru 2021 digelar di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, petugas telah memutar balik kendaraan pemudik sebanyak 2.311 kendaraan.

Data dari Polres Lumajang, ribuan kendaraan tersebut diperintahkan putar balik dari sejumlah titik penyekatan. Di antaranya di pos penyekatan Jembatan Timbangan Klakah, Kecamatan Klakah dan pos penyekatan jalan Raya Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, jumlah kendaraan yang putar balik secara rinci adalah 967 kendaraan roda dua, 1.253 kendaraan roda empat, 2 Bus, dan 89 mobil barang.

“Data rekapitulasi sementara terhitung tanggal 6 Mei sampai 15 Mei 2021 ada 2.311 kendaraan putar balik,” kata Andrias Shinta, Sabtu (15/5/2021) petang.

Kendaraan yang terpaksa putar balik karena tidak dapat menunjukkan dokumen kesehatan ataupun izin perjalanan.

“Kendaraan yang kita putar balikkan karena tidak memenuhi persyaratan dokumen perjalanan di masa larangan mudik 6-17 Mei 2021,” ujar Andrias Shinta.

Selama rentang waktu tersebut, tepatnya pada tanggal 10 Mei 2021, petugas sempat meminta balik sebuah mobil ambulans yang tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan.

“Ada satu ambulance di Pos penyekatan Jembatan Timbang Klakah terpaksa putar balik. Keterangan pengemudi akan menjemput saudara di Jember namun tidak dapat menunjukan dokumen perjalanan,” ujarnya.

Andrias Shinta menjelaskan, petugas juga menerapkan pemeriksaan yang sama terhadap ambulans tersebut karena disinyalir disalahgunakan dan tidak digunakan sebagaimana peruntukannya.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...