FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Digugat Saudara karena Tolak Ikut Jual Warisan, Ibu 59 Tahun Dibela Para Saksi di Sidoarjo

Hukum     Dibaca : 451 kali Penulis:
Digugat Saudara karena Tolak Ikut Jual Warisan, Ibu 59 Tahun Dibela Para Saksi di Sidoarjo
FaktualNews.co/nanang
Tim kuasa hukum dan saksi ketika ditunjukkan bukti di hadapan Majelis Hakim PN Sidoarjo.

SIDOARJO, FaktualNews.co-Kekukuhan Rumaita, ibu berusia 59 tahun asal Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang digugat saudaranya sendiri karena tak mau ikut menjual objek tanah warisan tambak seluas 5 hektare cukup beralasan.

Hal itu setelah tiga saksi dari tergugat Rumaita, yaitu Hasanudin, Yasir Arafat dan Mujahidin yang dihadirkan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (20/5/2021).

Dalam fakta persidangan para saksi kompak menyebut jika Rumaita faham atas objek riwayat tanah warisan berupa tambak seluas 5 hektare yang terletak di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Sehingga, menurut para saksi, Rumaita tidak mau ikut menjual dan menolak pembagian uang dari saudaranya hasil penjualan objek tanah tambak yang sudah dieksekusi dan saat ini sudah berdiri bangunan itu.

“Tidak menerima bagian karena tau tanah itu milik Haji Said,” ucap saksi Yasir Arafat. Keterangan saksi lantas disela oleh Ketua Majelis Hakim. “Dari mana saudara tau,” ucapnya bertanya kepada saksi.

Yasir mengaku jika Rumaita pernah bercerita kepadanya baik secara langsung maupun lewat telfon. “Gini dek, sabar saja. Bagi siapa yang menerima uang (penjualan tanah warisan) ketahuan sendiri,” ucapnya menirukan ucapan Rumaita.

Mujahidin menambahkan, jika Rumaita sejak kecil hingga dewasa diasuh oleh Haji Said. Sehingga, mengetahui jika objek tanah itu sudah berpuluh-puluh tahun dikuasai Haji Said yang dibeli dari Haji Umar.

“Dari kecil bertetangga di Desa Banjar Kemuning,” jelasnya. Ia menyatakan jika awalnya Rumita ikut melayangkan gugatan, namun akhirnya mencabut karena sadar. “Beliau membuat pernyataan tidak mau ikut campur urusan itu,” sebutnya.

Impi Yusnandar, Kuasa Hukum Rumaita menjelaskan duduk perkara, jika cikal bakal tanah warisan yang sempat menjadi sengketa tersebut dikuasai dan dikelola oleh almarhum Haji Said dan ahli warisnya hampir 40 tahun, sejak tahun 1950 berdasarkan leter c nomor 328.

Objek tersebut, sambung dia, dibeli almarhum Haji Said dari almarhum Haji Umar yang merupakan saudara kandung dari almarhum Mutiara. Almarhum Haji Umar saat itu mendapat warisan dari almarhum Mutiara.

Sementara dari ahli waris almarhum Mutiara bersengketa dengan ahli waris Haji Said atas objek tanah tersebut. Namun, Rumaita yang masih saudara dan ahli waris dari almarhum Mutiara tidak mau bersengketa soal itu.

“Karena klien kami sejak kecil diasuh oleh almarhum Haji Said mengetahui terkait hal itu (objek tanah),” jelasnya. Begitupun, saat saudaranya memenangkan gugatan melawan ahli waris almarhum Haji Said hingga menjual objek tersebut ke pihak lain.

“Klien kami tidak mau ikut menjual dan tidak mau menerima hasil penjualan tersebut,” jelasnya. Hal itu akhirnya digugat oleh 13 saudaranya lainnya yaitu Sukri, Imron Hamzah, Nur Khotimah, Ikhwan, Muhaimin, Ainur Rofiq, Latifah, Sa’adah, Asnah, Askur, Nur Wahidatul Mufarikha dan Ahmad Syarifuddin Amrullah.

Meski demikian, kuasa hukum para penggugat ketika dikonformasi usai sidang enggan berkomentar atas gugatan yang diajukan tersebut.

Sementara penelusuran FaktualNews.co dalam laman website PN Sidoarjo menyebut diantaranya petitum yang diajukan para penggugat yaitu meminta gugatannya dikabulkan.

Di antaranya, memerintahkan kepada tergugat untuk melakukan perbuatan hukum berupa : bersama-sama dengan para penggugat memberi persetujuan pelepasan hak atas tanah seluas 5 hektare.

Objek itu dinilai yang telah menjadi hak para penggugat dan tergugat sebagaimana yang diterangkan oleh Berita Acara Eksekusi tertanggal 30 Oktober 2019 oleh Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags