FaktualNews.co

Miris! Anak Kandung, Anak Tiri hingga Tetangga Jadi Korban Perkosaan di Nganjuk

Kriminal     Dibaca : 463 kali Penulis:
Miris! Anak Kandung, Anak Tiri hingga Tetangga Jadi Korban Perkosaan di Nganjuk
FaktualNews.co/romza
Para tersangka pelaku perkosaan dan persetubuhan di Mapolres Nganjuk

NGANJUK, FaktualNews.co–Satreskrim Polres Nganjuk mengungkap 6 kasus persetubuhan dan perkosaan selama April hingga Mei 2021. Adapun korban dari 6 kasus persetubuhan berbeda tersebut yaitu anak kandung, tetangga, teman, hingga anak tiri.

Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadi Agung Pratama menjelaskan, ada 6 laporan kasus persetubuhan yang berhasil diungkap. Keenam kasus itu terjadi di Kecamatan Pace, Patianrowo, Jatikalen, Tanjunganom, Gondang dan Tanjunganom.

Kasus pertama, dilakukan TP (26) yang dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Pace pada tanggal 04 April 2021. Saat itu, pelaku menyetubuhi korban yang dalam keadaan tertidur.

Kasus kedua, pelaku berinisial ER (20) yang dilaporkan ke Polres Nganjuk tanggal 12 April 2021. Pelaku menyetubuhi korban sebanyak 3 kali di rumah temannya. Pelaku dikenai pasal 2 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam pidana 15 Tahun dan denda Rp 5 Miliar.

Kasus ketiga, tersangka S (35) dilaporkan ke Polsek Jatikalen pada tanggal 01 Mei 2021. Dia dijerat pasal 285 Jo 53 KUH pidana penjara selamanya 12 tahun. Sebab, pelaku melakukan percobaan pemerkosaan pada keponakannya sendiri.

Menurut Harvi, pelaku saat itu menyelinap ke kamar mandi melewati pintu belakang dan korban dibekap. “Kebetulan korban adalah penyandang tunawicara,” kata Harvi.

Kasus keempat, pelakunya berinisial S (41) yang dilaporkan ke Polres Nganjuk pada 02 April 2021 terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang didalamnya ada kekerasan seksual.

Pelaku merupakan ayah kandungnya sendiri, sedangkan korban disetubuhi sebanyak 2 kali. Akibat ulahnya, kini pelaku S dijerat pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Adapun ayah kandung yang menyetubuhi anaknya, sudah lama ditinggal istrinya yang meninggal dunia. Pelaku menyebut, istrinya meninggal 2007. Dia mengingat, anaknya lahir 2001 dan istrinya meninggal dunia.

Harvi menyampaikan, saat ini anaknya sudah berusia 19 Tahun. Saat ditanyai Harvi, pelaku menyebut 2 kali melakukan tindakan tersebut. Menurut pelaku, anak tersebut tidak sampai hamil.

Pelaku merayu anaknya dengan meminta untuk memijat dengan dalih kecapekan. Kemudian pelaku pusing, kemudian menjalankan aksinya. “Modusnya disuruh mijet bapaknya,” ungkap Kapolres.

Kasus kelima, dilakukan oleh tersangka Y (54) yang dilaporkan ke Polsek Gondang pada 05 Mei 2021. Korbannya masih di bawah umur, dan merupakan tetangganya sendiri.

Saat itu, korban dimintai tolong pelaku membelikan sesuatu di dekat rumah. Kemudian, korban dipaksa masuk ke rumahnya. Pelaku melakukan aksinya sebanyak 1 kali. Kini, pelaku terjerat pasal 81 Ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Pelindungan Anak.

Selanjutnya, kasus keenam yang dirilis Harvi, tersangka pelakunya AP (35), dilaporkan ke Polsek Warujayeng pada 22 April 2021. AP diduga tenga menyetubuhi korban yang merupakan anak tirinya sendiri.

Pelaku dikenai pasal 2 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam pidana 15 Tahun dan denda Rp 5 miliar.

“Ada yang tetangganya, ada yang ayah kandungnya, ada yang temannya, ada yang ayah tirinya. Kemudian, ada yang kawan korban,” tandas Kapolres.

Harvi mengaku prihatin dengan persetubuhan anak di bawah umur dan kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Nganjuk. “Tentunya sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...