FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sosok Errol Jonathans Dimata Sapto Anggoro, Musik Jazz dan Kerendahan Hati

Peristiwa     Dibaca : 389 kali Penulis:
Sosok Errol Jonathans Dimata Sapto Anggoro, Musik Jazz dan Kerendahan Hati
FaktualNews.co/Dok Pribadi/
Sapto Anggoro (kiri) dan almarhum bos Suara Surabaya, Errol Jonathans.

SURABAYA, FaktualNews.co – Kabar duka kembali menyelimuti dunia jurnalistik di tanah air. Salah satu tokoh pers, Errol Jonathans meninggal dunia, Selasa (25/5/2021) sekira pukul 11.06 WIB.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Errol Jonathans menjalani perawatan di RS Mata Undaan Surabaya, sejak Jumat (21/5/2021). Karena mengalami sakit peradangan di mata kiri.

Errol Jonathans memiliki pengalaman kurang lebih 30 tahun di dunia radio. Ia mengawali karier di Radio Arjuna. Lalu pindah dan memulai profesinya sebagai wartawan di Pos Kota koresponden Jawa Timur.

Pada 1986, suami Nunung Jonathans ini bergabung dengan Radio Suara Surabaya sebagai reporter dan penyiar. Di penghujung usianya, Errol menjabat sebagai Direktur Utama Radio Suara Surabaya FM.

Bagi mantan CEO media siber Tirto.Id Sapto Anggoro, sosok Errol Jonathans merupakan orang yang jagoan dibidang bisnis media radio. Terbukti Suara Surabaya yang dulu banyak membesut lagu-lagu klasik dan jazz, di tangannya diubah menjadi radio komunitas.

Di dalam buku tentang SUara Surabaya, Errol mengatakan Suara Surabaya bukan radio, tapi suara publik, suara pendengar, untuk menyampaikan keluhan, usulan, dan laporan.

“Dia nyebutnya suara warga, ini disampaikan jauh sebelum populer dengan istilah netizen,” kata Sapto.

Diungkapkanya, visi Errol Jonathans tentang radio yang menjadi milik publik, menghasilkan pendengar sekaligus pendapatan yang mumpuni. Radio SS sangat sehat dari sisi pendapatan dan konten. Meski sudah mengibarkan SS hingga pada kejayaan yang dahsyat, Errol tetap menjadi sosok yang rendah hati.

“Mas, kalau ada kesempatan ke Surabaya, mampir nang Wonokitri, tolong aku dan tim diajari media online,” kata Errol ditirukan Sapto.

Dan karena jazz adalah hobinya, Errol tak lepas dari musik anti kemapanan ala Amerika tersebut.

“Selamat jalan, dan terus menikmati jazz pilihan Mas Errol,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul