FaktualNews.co

Bupati Blitar Ingatkan Pentingnya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Event     Dibaca : 209 kali Penulis:
Bupati Blitar Ingatkan Pentingnya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
FaktualNews.co/Istimewa
Bupati Blitar Rini Syarifah menyerahkan cedera mata usai FGD, Jumat (28/5/2021).

BLITAR, FaktualNews.co – Penanganan dan pencegahan konflik sosial terutama terkait kekerasan perempuan dan anak merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Blitar saat ini.

Demikian dikatakan Bupati Blitar Rini Syarifah dalam Focus Group Disuccion (FGD) terkait Sosialisasi Kelembagaan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS) di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Jumat (28/5/2021).

Didampingi jajaran Forkopimda, Asisten I beserta Kepala OPD, Rini Syarifah dalam kesempatan tersebut mengatakan, meski di Kabupaten Blitar tidak ada problem konflik sosial, namun potensi yang mengarah ke sana harus diantisipasi melalui peran pengawasan pemerintah.

“Penanganan dan pencegahan konflik kekerasan menjadi prioritas saat ini. Penanganan konflik sosial yang meliputi pencegahan, penghentian, dan pemulihan memerlukan koordinasi dan kerjasama lintas sektor,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk melaksanakan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS) diperlukan kerjasama seperti dibentuknya Kelompok Kerja (Pokja).

Kerja sama itu, lanjut dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 2 Tahun 2019.

“Pokja ini nantinya terdiri dari unsur dinas terkait, instansi vertikal, penegak hukum, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta pegiat perdamaian di wilayah Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Dalam forum itu Rini Syarifah juga memberikan apresiasi kepada narasumber dan para pendukung kegiatan FGD terkait Sosialisasi Kelembagaan Pokja P3AKS Inklusif dan Efektif.

Kegiatan FGD tersebut terselenggara atas dukungan dari Kementerian Koordinastor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) dan Center For Security and Welfare Studies (CSWS) FISIP Universitar Airlangga Surabaya. (*)

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh