FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sensasi Nyemek dalam Seporsi Bakmi di Trowulan Mojokerto

Kuliner     Dibaca : 365 kali Penulis:
Sensasi Nyemek dalam Seporsi Bakmi di Trowulan Mojokerto
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Pengunjung menikmati mi nyemek hasil racikan Sugeng.

MOJOKERTO, Faktualnews.co – Berbagai olahan mi atau bakmi selalu menjadi hidangan yang banyak disuka. Baik olahan mi goreng maupun mi kuah, masing-masing mempunyai ciri khas dan cita rasa yang menggugah selera. Namun, sudahkan anda mencoba mi atau bakmi ‘nyemek’ di daerah Trowulan, Mojokerto?

Pecinta kuliner bakmi boleh mampir ke kedai mi Nyemek Bapak Sugeng di seberang jalan raya simpang empat, Kecamatan Trowulan, Kabupatem Mojokerto ini. Buka setiap hari mulai pukul 17.00 sampai 23.00 WIB.

Tampilan mi nyemek sekilas mirip dengan mi ayam. Namun yang membedakan, mi nyemek punya ciri khas dengan tekstur mi sedikit lodoh (tebal) dan lengkap dengan kuah kaldu yang kental.

Tak ketinggalan tambahan acar, daun sawi, daun bawang dan tentunya ayam cincang yang berbumbu kecap ringan.

“Aku bikin mi sendiri, penggorenganya pakai arang. Tak ada resep khusus, kita membuat bumbu olahan jawa seperti pada umumnya,” kata Sugeng pada Faktualnews.co, Sabtu (05/06/2021).

Sugeng menyajikan satu porsi mi nyemek dengan piring yang dilapisi daun pisang. Menurutnya, lapisan daun pisang memang menjadi satu ciri khas dari mi nyemek. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Rasa masakan ini cenderung gurih, pedas, dan sedikit manis. Apalagi mi yang satu ini dinikmati lebih nikmat di santap saat malam hari. Harganya terjangkau dan pastinya halal.

Selain mi nyemek, Sugeng juga menawarkan menu lain. Antara lain, nasi goreng, krengsengan telur sayur, dan nasi godog.

“Kalau minumnya kita ada es teh dan jeruk. Kalau makan di sini itu krupuknya gratis,” tukasnya.

Kisaran harganya juga cukup murah untuk ukuran makanan di daerah Mojokerto. Sugeng hanya membandrol hasil racikannya dengan harganya hanya Rp 11 ribu saja per porsi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono