FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Simulasi Kebakaran, Cak Eri: Response Time Pemadam Kebakaran Maksimal 7 Menit!

Event     Dibaca : 462 kali Penulis:
Simulasi Kebakaran, Cak Eri: Response Time Pemadam Kebakaran Maksimal 7 Menit!
FaktualNews.co/risky prama
Suasana saat simulasi dan mitigasi bencana kebakaran.

SURABAYA, FaktualNews.co-Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) menggelar Simulasi dan Mitigasi Pencegahan Pengendalian Kebakaran pada Permukiman Padat Penduduk. Simulasi tersebut, berlangsung secara virtual dari Taman Surya Balai Kota Surabaya, Sabtu (5/6/2021).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, tujuan pelaksanaan Simulasi Pencegahan Pengendalian Kebakaran pada Permukiman Padat Penduduk ini, agar warga selalu siap siaga.

Sebab, menurutnya, ketika sebuah permukiman terjadi kebakaran, maka penanganan pertama itu adalah warga setempat.

“Saya sampaikan kekuatan kita untuk mengatasi kebakaran itu saat penanganan pertama kali, di tiga menit pertama. Dan itu adalah warga setempat,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Eri memastikan, dalam setiap RT/RW sudah dibentuk relawan. Melalui relawan itu, dia berharap ketika terjadi musibah kebakaran, relawan sigap dan cepat mengendalikan si jago merah.

“Saya pun memastikan, setiap relawan per RW harus ada satu orang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Relawan tersebut, nantinya dibekali kendaraan motor lengkap yang dapat menampung air,” tambahnya.

Diharapkan, ketika terjadi kebakaran di permukiman penduduk, maka warga menjadi juru padam yang sebenarnya. Sebab hal ini dinilai sangat penting, karena response time (waktu tanggap) pemadam kebakaran maksimal tujuh menit.

“Tetapi diusahakan bisa kurang dari tujuh menit sudah tiba di TKK (Tempat Kejadian Kebakaran). Karena ketika warga berhasil memadamkan, maka dampak dari kebakaran ini bisa semakin diminimalisir,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Dedik Irianto menambahkan, sebenarnya pelaksanaan sosialisasi ini memang rutin digelar di perkampungan padat penduduk.

“Terutama memasuki musim kemarau, melalui simulasi tersebut diharapkan warga tidak panik dan mengerti apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di lingkungannya,” tutup dia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags