FaktualNews.co

Ady Setiawan Tinggalkan Kursi Dirut PDAM Jember, Lho?

Peristiwa     Dibaca : 59 kali Penulis:
Ady Setiawan Tinggalkan Kursi Dirut PDAM Jember, Lho?
FaktualNews.co/istimewa
Mantan Dirut PDAM Tirta Pendalungan Ady Setiawan saat meraih gelar doktor.

JEMBER, FaktualNews.co – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pendalungan Ady Setiawan menyatakan mundur dari jabatannya.

Alasan pengunduran diri Ady dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jember itu, untuk fokus pada pekerjaan lamanya sebagai konsultan hukum.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Menurutnya, pekerjaan lamanya sebagai konsultan hukum itu sudah sekitar 10 tahun ditinggalkan olehnya.

Pada akhir masa jabatan mantan Bupati Faida sekitar 5 Februari 2021 lalu, Ady Setiawan dilantik sebagai Dirut PDAM Tirta Pendalungan untuk periode kedua. Kala itu pelantikan Ady, sempat menuai kritik.

Lantaran terpilihnya sebagai dirut PDAM priode kedua itu, tanpa melalui mekanisme open bidding.

Pengunduran diri Ady awalnya diajukan secara lisan dengan menemui Bupati Jember Hendy Siswanto secara langsung dan tertutup pada 21 Mei 2021 lalu. Kemudian disampaikan secara resmi tertulis pada 24 Mei 2021.

Ady hampir 3 bulan menjabat sebagai dirut hingga kemudian resmi mengajukan pengunduran diri.

“Saya mengajukan pengunduran diri, karena ingin fokus ke pekerjaan lama sebagai konsultan hukum. Karena kurang lebih 10 tahun lamanya saya tinggalkan,” kata Ady melalui ponselnya, Kamis (10/6/2021).

Ditanya apakah ada persoalan internal atau karena alasan tertentu terkait pengunduran diri itu? Ady berdalih hanya karena alasan pribadi.

Bahkan terkait pengajuan pengunduran diri, kata Ady, bupati menghargai keputusannya itu.

Hanya saja selama 30 hari pasca pengunduran dirinya itu, Bupati meminta dirinya untuk mengawal transisi kepemimpinan agar tidak terjadi miss managemen.

“Karena alasan saya ingin mengabdi untuk kepentingan yang lebih besar, bupati tentu memberikan ruang,” katanya.

Terkait persoalan adanya tunggakan pembayaran yakni soal pembelian produk air minum Hazora yang sempat ramai dibahas beberapa waktu lalu, Ady mengungkapkan, persoalan itu sudah selesai dan tidak ada utang atau tanggungan lainnya.

“Saya sudah tidak punya tanggungan,dan semua sudah terselesaikan. Ini (pengunduran diri) karena kepentingan pribadi saja,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...