FaktualNews.co

Mitos Seputar Buaya di Kali Sadar Mojokerto, Kemunculannya Adalah Tanda Mara Bahaya

Peristiwa     Dibaca : 205 kali Penulis:
Mitos Seputar Buaya di Kali Sadar Mojokerto, Kemunculannya Adalah Tanda Mara Bahaya
FaktualNews.co/Istimewa
Buaya yang muncul di Sungai Sadar akhirnya ditangkap warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (09/06/2021) petang.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Buaya yang kerap muncul di alirang Kali Sadar di Dusun Desa Sukonyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto sudah berhasil ditangkap warga pada Rabu (9/6/2021) petang.

Perbincangan soal kemunculan dan kekhawatiran warga terkait keberadaan buaya di kawasan tersebut pun mereda. Tapi tidak demikian dengan mitologi yang berkembang di masyarakat setempat.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Bagi sebagaian warga desa setempat, kemunculan buaya di daerah tersebut bisa jadi merupakan pertanda akan datangnya peristiwa besar.

Kepala Dusun Sukoanyar, Damsi, mengatakan sesuai yang ia dengar dari nasihat orang tua, kemunculan atau kehadiran buaya di permukaan aliran sungai merupakan sebuah pertanda bahwa tuan rumah sungai sedang kedatangan tamu.

Selain itu, ujar Damsi, juga sebagai pembawa pesan agar masyarakat berhati-hati bahaya akan datang sehingga diharapkan agar tidak bermain di sekitar sungai.

“Tuan rumah kedatangan tamu, itu firasat. Kata nenek moyang dulu seperti itu,” katanya saat ditemui di sekitar Kali Sadar, Rabu (09/06/2021).

Damsi mengaikatkan kemunculan buaya dengan peristiwa tenggelamnya 4 anak beberapa bulan lalu.

Sebelum peristiwa tenggelamnya 4 anak yang kemudian menewaskan salah satu di antara mereka itu, lanjut Damsi, warga setempat melihat kemunculan buaya di bawah jembatan.

“Setelah munculnya buaya terjadi sebuah musibah anak tenggelam selang 10 hari yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadian seperti itu (musibah tenggelam) tidak menutup kemungkinan bisa terjadi lagi,” ungkap Damsi.

Damsi mengatakan, banyak warga meyakini bahwa kemunculan buaya bakal disusul dengan mara bahaya atau musibah.

“Mohon maaf kesana kemari kita harus permisi. Makannya kita harus permisi kepada yang menjaga sungai ini kalau misalnya mau mancing, kalau pulang yang bilang terimakasih,” ujarnya.

Damsi menuturkan dia mengatakan demikan bukan karena ingin mencari sensasi atau biar viral. Ia hanya berharap masyarakat berhati-hati karena yang ia dengar dari nenek moyang seperti demikian.

“Apapun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi. Baik masyarakat Desa Sukonyar atau yang lain saya mohon berhati-hati bahwa ini bertanda akan terjadi hal seperti itulah (musibah),” tegasnya.


Berita sebelumnya:

Buaya di Sungai Sadar Mojokerto Akhirnya Tertangkap, Setelah Kepalanya Ditutupi Sarung
Heboh, Warga Lihat Buaya Muncul di Aliran Sungai Sadar Mojokerto


Sebelumnya muncul buaya tiga hari yang lalu, Damsi menceritakan, bahwa warga setempat yang memancing ikan di sungai tersebut mendapat ikan berwarna kuning keemasan.

Saat itu ikan tersebut mati dan dia berfirasat ikan yang dipancing oleh rekannya itu harus dikembalikan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. “Nah keeseokan harinya, siang, muncullah buaya di sungai,” tukasnya.

Untuk mengembalikan ikan berwarna kuning keemasan itu ke sungai tidak bisa asal dikembalikan begitu saja. Namun, Damsi mengaku, dia harus menjalani prosesi ritual tertentu dengan menggunakan dupa.

“Mohan maaf, saya mnmenggunakan dupa maharaja. Bukan istilahnya untuk memuja sesuatu (yang ada di sungai), kita kan pamit atau permisi. Semuanya ya karena ridho yang Maha Kuasa,” imbuhnya.

Warga lain yang akrab dipanggil Pak War, mengaku, tiga kali melihat seokor buaya berwarna putih dengan ciri khusus.

“Ada seperti tato atau gambar di antara dua matanya. Buayanya berukuran sekitar dua meter. Bagi saya, saya kelihatan seperti itu adalah sebuah keapesan,” tandasnya.

Sementara, Kapolsek Ngoro AKP Subiyanto mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati jika ke alirang Kali Sadar. ia meminta kepada masyarakat apabila ada warga milihat buaya segara melaporkan.

“Kemarin sudah saya tinjau, tapi tidak ketemu buaya. Masyarakat agar lebih berhati-hati dan kalau melihat segara melapor,” imbaunya.

Diberitakan sebelumnya warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dihebohkan dengan munculnya seekor buaya di aliran Kali Sadar, Selasa (8/6/2021).

Kemunculan buaya di permukaan sungai tersebut heboh setelah videonya beredar dalam di Facebook. Di video amatir berdurasi 0,29 detik itu terlihat seekor buaya dengan panjang sekitar 1 meter di aliran Kali Sadar yang dangkal.

Tak hanya melalui Facebook, video itu juga menyebar luas melalui pesan berantai WhatsApp di masyarakat dan media sosial lainnya. Sehingga masyarakat berbondong-bondong menyaksikan secara langsung ke lokasi.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...