FaktualNews.co

Siswa SMA Calon Anggota PSHT Jember Tewas Saat Latihan

Peristiwa     Dibaca : 156 kali Penulis:
Siswa SMA Calon Anggota PSHT Jember Tewas Saat Latihan
FaktualNews.co/istimewa
Ilustrasi latihan bela diri.

JEMBER, FaktualNews.co – Farhat Ariansyah (18), warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo, pelajar SMA calon anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jember meninggal saat mengikuti latihan.

Korban ikut dalam latihan tersebut, untuk dilantik atau disahkan sebagai warga PSHT Jember.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Korban statusnya masih pelajar SMA, dugaan kematian kami tidak tahu, kita tidak bisa menduga-duga,” kata Kapolsek Tempurejo AKP M Zuhri saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (10/6/2021) malam.

Zuhri menjelaskan, sebelum meninggal korban mengikuti prosesi latihan silat di salah satu rumah warga Kecamatan Tempurejo.

Kegiatan latihan silat itu, kata Mantan Kapolsek Panti ini, dilakukan pada Rabu malam 9 Juni 2021 kemarin.

“Latihan silat itu kurang lebih pukul 9 malam. Latihan, istirahat, latihan lagi. Total 3 jam latihan. Kemudian korban pingsan itu,” katanya.

Di saat latihan itulah, sambung AKP M Zuhri, korban pingsan. Selanjutnya, korban mendapat pertolongan dari rekan-rekannya sesama perguruan silat, untuk dibawa ke puskesmas terdekat. Namun dalam perjalanan, korban mengembuskan napas terakhir.

“Latihan bela diri bersama pelatih, siswa, dan temannya. Saat latihan pingsan, dan dibawa ke puskesmas. Tapi saat perjalanan meninggal. Korban waktu itu diantar menggunakan motor,” jelasnya.

Terkait penyebab kematian korban, katanya, tidak bisa diketahui dengan pasti, karena pihak keluarga menolak jenazah korban diautopsi. Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai sebuah musibah.

“Pihak keluarga ikhlas menerima kematian korban dan tidak menghendaki kasus ditindaklanjuti secara hukum ataupun dilakukan autopsi. Ini dibuktikan dengan menulis surat pernyataan bermaterai,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, lokasi latihan di halaman rumah warga di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Tempurejo. Dalam kegiatan latihan itu, ada 4 orang yang mengikuti latihan. Dengan 3 orang pelatih. Dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya adalah pemanasan dan lari – lari kecil.

Kemudian pada pukul 21.00 WIB, latihan dilanjutkan dengan teknik tendangan. Selanjutnya pada pukul 22.00 WIB mereka beristirahat. Sekitar pukul 23.00 WIB latihan dilanjutkan dengan teknik tinggi. Sekitar pukul 23.30 WIB korban tiba-tiba pingsan.

“Latihan itu adalah untuk melantik korban, sebagai warga PSHT. Tapi belum dilantik, korban meninggal,” pungkas kapolsek.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...