FaktualNews.co

Seorang Guru Ngaji di Sidoarjo Jadi Tersangka Sodomi Puluhan Santri

Peristiwa     Dibaca : 65 kali Penulis:
Seorang Guru Ngaji di Sidoarjo Jadi Tersangka Sodomi Puluhan Santri
FaktualNews.co/Alfan Imroni
Tersangka guru ngaji cabul saat digelandang usai ungkap kasus di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (11/6/2021).

SIDOARJO, FaktualNews.co – A (31) seorang guru ngaji asal Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, berurusan dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam kasus pencabulan puluhan anak.

Saat ini pria itu sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan jeratan pasal 82 UU No. 32 tahun 2014.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, tindakan asusila itu terbongkar setelah pihaknya mendapat informasi dari seorang donor lembaga tahfiz tersebut.

“Setelah mendapat laporan, langsung kami tindak lanjuti dan benar, ada fakta-fakta kalau pelaku menyodomi santri-santrinya yang berusia belasan tahun,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, sedikitnya ada 25 santri yang menjadi korban pencabulan atau sodomi. Setiap korban disodomi oleh pelaku beberapa kali. Hasil visum, 10 dari 25 santri mengalami luka robek pada duburnya. “Ada yang 4 sampai 7 kali,” terangnya.

Tindakan cabul itu, lanjut Sumardji, sudah dilakukan oleh pelaku sejak 2016 silam. Saat pelaku hendak melakukan cabul, pelaku selalu mengancam korban terlebih dahulu tidak memberitahukan tindakan cabulnya kepada siapapun.

“Selain diancam, pelaku juga berbicara kepada korbannya, kalau usai di sodomi, korban bakal bisa membahagiakan istrinya dan membuat kemaluannya menjadi besar,” ucap Sumardji.

Akibat perbuatannya, pelaku yang merupakan bapak dua anak tersebut terancam pasal 82 UU No. 32 tahun 2014. “Ancaman penjara 15 tahun,” pungkasnya.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...